Keylor Navas Pantas Dianggap Sebagai Legenda Real Madrid

Legenda Real Madrid, Fernando Morientes melayangkan apresiasi tinggi kepada mantan penjaga gawang Los Blancos, Keylor Navas. Kendati pada akhirnya diabaikan, menurutnya penjaga gawang Kostarika tersebut sangat layak menyandang status sebagai legenda Klub.

Keylor Navas, 33 tahun, memang sempat menjadi andalan Real Madrid, dimana dia bergabung dengan raksasa La Liga Spanyol tersebut sejak musim panas tahun 2014 silam. Usai tampil gemilang di ajang Piala Dunia saat itu, Los Blancos langsung membelinya dari Levante.

Awalnya, Navas memang hanya jadi kiper kedua Real Madrid, setelah Iker Casillas. Namun perlahan, dia berhasil menggeser posisi Casillas dan jadi andalan utama Los Blancos dibawah mistar gawang.

Selama jadi andalan, Navas berhasil memegang peran krusial dalam keberhasilan Real Madrid memenangkan sejumlah gelar juara, termasuk gelar Liga Champions Eropa dan La Liga Spanyol.

Sayangnya, yang bersangkutan seperti diabaikan, klub merekrut Thibaut Courtois dan melepas kiper Kosta Rika itu ke Paris Saint-Germain. Karenanya, Morientes menganggap Navas sangat layak untuk dianggap sebagai legenda Real Madrid.

“Saya rasa dia adalah sosok legenda di Real Madrid,” kata Morientes kepada ESPN.

Menurutnya, Navas adalah pemain yang sangat krusial di momen-momen penting Real Madrid.

“Pemain seperti dia berpartisipasi besar dalam momen-momen hebat Real Madrid. Jadi ia layak diklasifikasikan sebagai legenda klub.” Tandasnya.

Di samping itu, Morientes juga merasa kagum dengan bagaimana perkembangan Keylor Navas di Real madrid, dari yang awalnya hanya menjadi kiper pelapis, kemudian jadi kiper utama dan berhasil memegang kontribusi besar bagi klub.

“Keylor Navas datang ke klub ini sebagai kiper pelapis. Ia menjadi pelapis salah satu kiper terhebat dalam sejarah klub ini, Iker Casillas. Sedikit demi sedikit ia berhasil mendapatkan rasa hormat dari pendukung klub ini. Ia juga berperan besar dalam momen-momen besar klub ini.” ujarnya.

Navas awalnya hanya dipinjamkan ke Paris Saint-Germain pada musim panas tahun 2018 lalu, namun sejak bursa transfer musim panas kemarin, yang bersangkutan resmi ditebus secara permanen oleh klub Prancis tersebut.

Begini Perasaan Timo Werner Soal Isu Masa Depannya.

Belakangan ini, nama Timo Werner kerap menghiasi pemberitaan media-media Inggris terkait ketertarikan Liverpool terhadap pemain muda Jerman tersebut.

Tak bisa dipungkiri, Timo Werner merupakan salah satu pemain yang diprediksi akan jadi sorotan besar di bursa transfer mendatang. Liverpool bukan satu-satunya klub yang berminat, sejumlah raksasa Eropa lainnya juga menginginkan penyerang muda Jerman tersebut.

Wajar saja, sang pemain memang telah membuktikan ketajamannya di Bundesliga Jerman. Bersama dengan RB Leipzig, Werner telah mencetak lebih dari 20 gol dalam empat musim terakhir, bahkan pada kampanye musim ini sudah 24 gol ditorehkannya.

Kabarnya, juara bertahan Bundesliga Jerman, Bayern Munchen juga berminat terhadap sang pemain. Bahkan, dua raksasa Premier League lain seperti Chelsea dan Manchester Unted juga berminat. Kira-kira bagaimana sikap Werner menyadari ketertarikan dari banyak tim papan atas Eropa?

Biasanya, ketika seorang pemain muda dikaitkan dengan tim-tim besar, mereka bisa kehilangan fokus dan berdampak buruk pada level permainan mereka bersama klub saat ini. Akan tetapi, pelatih RB Leipzig Julian Nagelsmann menjamin bahwa sampai saat ini situasinya masih terkontrol.

Menurut pandangannya, Timo Werner menyikapi semua ketertarikan tersebut dengan santai dan tetap tenang.

“Dia berada di suasana hati yang baik. Saya tidak mendapat kesan bahwa dia memikul beban besar. Namun, jelas dia adalah pria muda yang bakal duduk di rumah bersama istrinya dan berpikir apakah sebaiknya bertahan atau pergi.” ungkap Nagelsmann kepada SportBild.

Lebih lanjut, mantan pelatih Hoffenheim ini mengakui bahwa biasanya seorang pemain, terutama Striker akan memperlihatkan performa yang tak konsisten saat masa depannya jadi perbincangan.

Apalagi, Nagelsmann pernah merasakan hal serupa saat masih menangani Hoffenheim dulu.

“Ketika isu transfer mengambang, Anda selalu sedikit tidak fokus. Hal yang sama terjadi pasa saya saat masih melatih Hoffenheim, tentang apakah saya bakal pergi. Situasinya lebih jelas pada striker, sebab ada fase-fase di mana mereka sulit mencetak gol,” tutupnya.

Namun, Timo Werner tampak tak terpengaruh isu yang terdengar, buktinya dia mencetak tiga gol kala RB Leipzig menghajar Mainz 05 dengan lima gol tanpa balas.

Bek Barcelona ini Tak Setuju La Liga Bergulir Lagi 12 Juni

Berbeda dengan Sergio Ramos yang mengaku sudah tidak sabar kembali bermain lagi, bek Barcelona Gerard Pique justru mengaku tak setuju jika La liga Spanyol digulirkan lagi pada tanggal 12 Juni mendatang.

Baru-baru ini, Presiden La Liga Spanyol Javier Tebas membuka peluang kompetisi dimulai kembali tanggal 12 Juni mendatang. Hal tersebut menyusul izin yang dikeluarkan Pemerintah Spanyol kepada klub-klub La Liga untuk menggelar sesi latihan lagi.

Sebelumnya, La Liga Spanyol memang sudah ditunda sejak pertengahan bulan Maret kemarin. Pandemi virus Corona adalah penyebabnya, dan sampai saat ini sudah dua bulan berlalu.

Angka pertambahan kasus baru di Spanyol yang cenderung menurun membuat pemerintah akhirnya mengizinkan klub untuk berlatih lagi. Tapi, Sampai sekarang, belum ada tanggal pasti kapan kompetisi bisa dilanjutkan kembali.

Memang, Javier Tebas telah menyebutkan tanggal 12 Juni, akan tetapi masih perlu persetujuan dari otoritas terkait termasuk pihak tim Medis demi mewujudkan rencana tersebut.

Tebas sendiri, meskipun sudah menyebutkan tanggal, mengaku masih butuh persetujuan dari otoritas medis Spanyol sebelum menggelar La Liga kembali.

Terkait dengan rencana ini, Kapten Real Madrid Sergio Ramos telah mengutarkan dukungannya agar La Liga digelar lagi dalam waktu dekat. Bahkan, Ramos mengaku sudah tidak sabar untuk bermain lagi.

Tapi tidak demikian dengan Gerard Pique, dia menganggap 12 Juni terlalu cepat untuk dijadikan tanggal kick off setelah 2 Bulan Liburan. Masih ada persiapan yang harus dilakukan para pemain setelah tak pernah berlatih dalam waktu yang lama.

“Saya mendengar Javier berbicara soal bermain kembali di tanggal 12… kami melewati banyak waktu tanpa bermain dan harus mengigat bahwa kami butuh persiapan yang cukup untuk menghindari cedera,”

“Jika saya bisa memberikan kontribusi dalam bentuk opini, beberapa hari tambahan tidak akan menyakiti kami semua,” ujarnya kepada Movistar.

Adapun, pihak Barcelona sendiri sebenarnya sudah menggelar latihan lagi, terhitung sejak Jum’at lalu, 8 Mei 2020. Namun, prosedur latihan masih mengikuti aturan social distancing yang berlaku di Spanyol.

Selain itu, para pemain juga melalui tes medis termasuk tes corona sebelum latihan.

Sisa Premier League Musim Ini Bisa Disiarkan Gratis Lewat Youtube

Sungguh sebuah kabar yang menggembirakan bagi para penggemar Liga Primer Inggris. Selain kabar sisa kompetisi musim ini berpeluang dilanjutkan, juga ada kabar yang menyebutkan bahwa 9 laga tersisa akan ditayangkan secara gratis lewat platform Youtube.

Selama beberapa hari terakhir ini, memang ada wacana untuk menggulirkan Premier League lagi. Rencananya, sisa 9 pertandingan akan dilangsungkan secara tertutup, tanpa penonton. Tak hanya itu, Premier League mewacanakan konsep festival sepak bola untuk mengakhiri musim ini.

Mereka berencana menjadikan sepakbola sebagai hiburan di tengah-tengah pandemi yang melumpuhkan sektor ekonomi di berbagai belahan dunia.

Pihak Otoritas Premier League dikabarkan sudah menggelar pertemuan dengan perwakilan 20 Kontestan kompetisi musim ini. Dalam pertemuan tersebut, disepakati bahwa liga harus selesai sebelum 19 Juni 2020 mendatang.

Artinya, Premier League berpeluang digelar selama tujuh pekan, dengan 9 pertandingan tersisa. Menariknya, mereka juga berencana untuk menayangkan sisa pertandingan di Platrform Youtube secara gratis.

Bahkan, pihak Premier League sudah mengadakan pertemuan dengan Youtube mengenai rencana ini. Selain Youtube, BBC juga dikabarkan akan terlibat dalam rencana streaming ini. Amazon menjadi pioner dalam penyediaan layanan streaming sedari awal musim.

Dua media besar Inggris, seperti Sky Sports dan BT Sports adalah pemegang hak siar wilayah lokal. Artinya, publik bisa menyaksikan pertandingan-pertandingan tersebut melalui kedua channel media itu.

Tapi yang sedikit menjadi pro dan kontra adalah rencana untuk menghapuskan degradasi musim ini, dan menambah jumlah kontestan musim 2020/21 mendatang menjadi 23 tim. Hal tersebut tidak disetujui banyak pihak, karena mengurangi nilai drama kompetisi.

“Idenya, semua pertandingan akan tersedia di semua tempat untuk ditonton karena pertandingan dimainkan secara tertutup. Youtube menjadi platform yang jelas untuk menampilkan beberapa pertandingan secara gratis,”

“Sementara, Sky dan BT akan tidak senang jika degradasi dibatalkan. Selalu ada pertempuran hebat melibatkan klub-klub di zona tersebut dan itu merupakan hiburan yang brilian,” lanjut sumber tersebut.

Sayangnya, masih belum ada keputusan terkait tanggal pasti, kapan sisa 9 pertandingan ini akan digulirkan lagi.

Real Madrid Bertekad Duetkan Mbappe dan Haaland

Real Madrid dipercaya sedang menatap serius proyek besar jangka panjang yang sedang menjadi wacana klub saat ini. Salah satu ambisi besar mereka dalam proyek tersebut adalah menduetkan dua bintang muda, Erling Braut Haaland dan Kylian Mbappe.

Huru-hara kabar di media belakangan ini mengklaim bahwa Los Blancos akan melakukan perombakan skuat musim panas nanti. Zinedine Zidane ingin membentuk skuat Real Madrid yang mampu kembali mendominasi semua kompetisi, dan ditentarai pemain muda berkualitas.

Hanya saja, kecil kemungkinan rencana perombakan pemain tersebut akan terwujud. Pasalnya pandemi virus corona memberikan dampak yang besar pada keuangan Real Madrid, alhasil klub mungkin tak bisa menghabiskan uang yang banyak untuk belanja pemain.

Kendati demikian, AS melaporkan bahwa Los Blancos tetap memandang ke depan. Mereka akan membuat sejumlah transfer besar, bukan pada musim panas tahun ini, melainkan pada edisi transfer di tahun 2021 mendatang.

Salah satu rencana besar Real madrid adalah memperbaiki lini depan mereka yang tampak mulai mengendur belakangan ini. Pelatih Zinedine Zidane diberitakan akan menyingkirkan Karim Benzema yang usianya mulai menua.

Di samping itu, klub juga akan melepas dua penyerang yang tak berkontribusi banyak seperti Luka Jovic dan Mariano Diaz. Nah, sebagai gantinya, mereka akan merekrut dua penyerang muda terbaik Eropa saat ini, Kylian Mbappe dan Erling Haaland.

Menurut laporan tersebut, Real Madrid lebih berpeluang untuk mendapatkan Haaland dan Mbappe di tahun 2021 ketimbang tahun ini. Saat itu, Mbappe akan memasuki tahun terakhirnya di Paris Saint-Germain, dimana berarti banderolnya juga menurun drastis.

Sedangkan pada saat yang bersamaan, klausul rilis Haaland sebesar 75 juta Euro sudah mulai aktif sehingga itu bakal jadi saat yang tepat bagi Madrid untuk merekrut sang pemain. Dengan kata lain, mereka bisa menekan angka pengeluaran klub.

Dengan rencana memfokuskan dana transfer mereka di musim panas tahun 2021, Real Madrid dipercaya tak akan begitu aktif pada musim panas ini. Meski demikian, ada beberapa nama pemain yang diyakini bakal masuk daftar jual klub, seperti Luka Modric dan Karim Benzema.

Nasri Kritik Kebijakan Deschamps di Timnas Prancis

Mantan bintang Manchester City, Samir Nasri tak ragu melayangkan kritik kepada pelatih Tim Nasional Prancis, Didier Deschamps. Meski berhasil membawa Les Bleus menjadi juara dunia, menurutnya Deschamps tidak memanggil pemain yang tepat.

Sebagaimana diketahui, Tim Nasional Prancis bermain bagus di ajang Piala dunia 2018 Rusia kemarin. Pada kompetisi tersebut mereka berhasil menyingkirkan tim-tim kuat seperti Argentina, Uruguay dan Belgia sampai akhirnya mengalahkan Kroasia di babak final.

Tentu saja, Samir Nasri senang dengan pencapaian tersebut, akan tetapi menurut eks pemain Arsenal ini, harusnya tim Nasional Prancis bisa bermain jauh lebih baik dari itu.

“Saya senang bahwa Prancis menjuarai Piala Dunia 2018, tapi ada beberapa kekurangan. Deschamps bisa membentuk tiga tim yang bermain di level sangat bagus, dan saya punya hak untuk tidak menyukainya,”

“Dengar, saya punya banyak pemain yang bermain untuk tim nasional. Mereka layak jadi juara dunia, tapi andai Guardiola melatih Prancis, Anda akan menyaksikan betapa indahnya mereka bermain.” tutur Nasri dikutip dari Marca.

Lebih lanjut, Nasri lantas mengkritisi keputusan Deschamps tidak memanggil beberapa nama pemain yang harusnya jadi pertimbangan. Contoh Karim Benzema yang bermain bagus dan konsisten bersama dengan Real Madrid.

Alih-alih memilih Benzema, Deschamps justru memanggil Olivier Giroud yang bahkan tak jadi andalan utama di Chelsea.

Tak hanya Benzema, Nasri juga heran kenapa dia tidak disertakan pada ajang Piala Dunia 2014, kemudian ada Ben Arfa yang tampil bagus bersama Nice malah tidak disertakan pada Piala Euro 2016.

“Saya tidak paham mengapa Benzema tidak bermain di Euro 2016 dan Piala Dunia 2018. Saya tidak paham mengapa saya tidak berpartisipasi di Piala Dunia 2014.”

“Saya juga tidak paham mengapa Hatem Ben Arfa tidak dipilih untuk Euro 2016 setelah menjalani musim luar biasa bersama Nice,” tutupnya.

Untuk Karim Benzema, pencoretannya dari skuat Tim Nasional Prancis tak terlepas dari skandal kasus Video Seks yang melibatkan pemain lain, Mathieu Valbuena. Kendati terbukti tak bersalah, Deschamps tetap tidak memanggil bintang Real Madrid tersebut.

Barca Konflik Internal, Messi Diyakini Akan Tetap Bertahan

Hal tersebut diutarakan oleh pelatih Barcelona, Quique Setien. Menurutnya, konflik internal yang terjadi di Barcelona saat ini adalah hal yang wajar menimpa klub besar, tak ada yang perlu dicemaskan.

Selama sepekan terakhir ini, Barcelona memang tidak sedang berada dalam kondisi yang baik, dari sisi internal. Tak kurang dari enam orang jajaran direktur klub memutuskan mundur diri secara serentak.

Kemudian, ada tuduhan korupsi yang dilakukan presiden Josep Maria Bartomeu pun muncul. Merasa tak tak terima dengan tuduhan tersebut, Bartomeu dan Barcelona berencana untuk menyeret eks wakil presiden, Emili Rousaud ke jalur hukum.

Konflik Internal ini seolah melengkapi situasi buruk yang terjadi di Barcelona selama beberapa bulan terakhir ini. Termasuk menyangkut kapten Lionel Messi yang membalas sindiran Eric Abidal secara langsung menyoal pemecatan Ernesto Valverde dari Kursi pelatih Januari lalu.

Messi di satu sisi juga belakangan ini kerap kali dikaitkan dengan raksasa Serie A Italia, Inter Milan. Nerazzurri bahkan diklaim siap mengeluarkan dana besar untuk bisa mendatangkan mega bintang Argentina tersebut ke San Siro.

Namun, pelatih Barcelona Quique Setien sangat yakin bahwa situasi internal yang buruk di Barcelona tak lantas mempengaruhi keputusan Messi untuk bertahan di Camp Nou. Lagipula, situasi seperti sekarang ini sangat wajar terjadi di klub sebesar Barcelona.

“situasi seperti ini adalah hal yang normal di klub besar. Mungkin yang membuat sedih adalah krisis ini bocor ke media. Akan lebih baik jika bisa bekerja di lingkungan yang lebih tenang, tapi situasinya seperti itu,”

“Saya merasa apa yang telah terjadi tak membuat pemain seperti Messi berpikir ulang apakah bertahan di klub atau tidak. Saya yakin dia akan mengakhiri kariernya di Camp Nou,” ujar Setien kepada TV3.

Adapun, Messi sendiri saat ini masih terikat kontrak di Barcelona sampai tahun 2021 mendatang. Akan tetapi, memang ada klausul istimewa dalam kontraknya yang membolehkan sang pemain hengkang secara bebas di akhir musim ini.

Tak heran jika hal tersebut membuat bintang 33 tahun dikaitkan dengan sejumlah klub, termasuk Inter Milan.

Harapan Crespo, Serie A Italia Musim Ini Kembali Berlanjut

Salah seorang legenda Serie A italia, Hernan Crespo mengutarakan harapannya agar kompetisi Serie A Italia musim ini bisa berlanjut kembali sampai tuntas.

Kampanye Serie A Italia musim 2019/20 ini memang berlangsung menarik. Juventus tak lagi seorang diri dalam perburuan puncak klasemen. Mereka sudah memiliki dua pesaing baru yang kuat, antara lain Lazio dan Inter Milan.

Kedua tim pesaing baru tersebut sempat beberapa kali menggusur Juve dari puncak. Termasuk Inter Milan yang ditangani Antonio Conte, mantan manajer sukses Juventus. Akan tetapi, sejak pergantian tahun kemarin, laju Inter Milan tampak mengendur.

Setelah 26 laga berlangsung musim ini, Juventus duduk satu poin di atas Biancocelesti di Serie A, dengan Inter di posisi ketiga, delapan poin di belakang Lazio tetapi dengan satu pertandingan di tangan. Keseruan inilah yang membuat Crespo berharap agar Liga dilanjutkan kembali.

“Kompetisi berjalan sangat menarik, saya harap ini bisa dilanjutkan,” katanya kepada Tuttosport.

Lebih lanjut, mantan pemain AC Milan dan Parma ini angkat bicara tentang performa Juventus dibawah arahan manajer anyar Maurizio Sarri. Dalam pandangannya, sang juara bertahan tampak masih kurang bermain kolektif.

“Sarri berusaha mengubah filosofinya sendiri setelah bertahun-tahun.”

“Hari ini, ia memiliki individualis yang luar biasa, tetapi bukan permainan kolektif. Menurut saya, ia akan melakukan yang lebih baik tahun depan, karena klub akan membuat keputusan sesuai dengan gaya sepak bola Sarri,” tuturnya.

Sanjungan diberikan Crespo kepada Lazio dan Atalanta, dua tim yang secara tak terduga dengan sokongan dana yang minim tapi mampu menggebrak papan atas klasemen musim ini. Sedangkan Inter milan dibawah arahan Antonio Conte menunjukkan identitas yang tepat.

“Tepuk tangan meriah bagi Lazio, saya menempatkan mereka di kategori yang sama dengan Atalanta. Dengan sumber daya yang lebih sedikit, mereka berhasil mengekspresikan permainan yang hebat dan Anda juga dapat melihat proyek berkembang,”

“Kemudian Anda memiliki Inter, Conte, yang pragmatis, ia tahu apa yang diinginkannya. Mereka memiliki identitas yang sangat tepat dan telah kembali sebagai protagonis.” pujinya.

Juventus Resmi Perpanjang Kontrak Blaise Matuidi

Masa depan Gelandang Prancis, Blaise Matuidi dipastikan tetap berada di Juventus, sebagaimana mantan pemain Paris Saint-Germain tersebut telah mendapatkan kontrak anyar dari Bianconneri.

Sebagai informasi, sebelumnya masa depan Blaise Matuidi memang masih teka-teki. Pasalnya, kontrak sang pemain Prancis di Juventus bakal kadaluwarsa sampai musim panas mendatang. Di satu sisi, kesepakatan kontrak anyar tak kunjung tercapai.

Spekulasi kepindahan sang pemain lantas mengemuka. Apalagi, Bianconneri tampak seperti melakukan langkah antisipasi dengan merekrut dua gelandang yang usianya lebih muda, Adrien Rabiot dan Aaron Ramsey.

Namun, kehadiran kedua sosok tersebut tak lantas mampu menggantikan Matuidi. Sang manajer anyar, Maurizio Sarri tampak masih sangat mengandalkan pemain berusia 32 tahun itu di lini tengah. Terbukti, dia sudah tampil sebanyak 31 kali di berbagai kompetisi musim ini.

Alhasil, fakta tersebutpun membuat Juventus harus memperbaharui kontrak gelandang Prancis sebelum statusnya berubah menjadi bebas agen pada musim panas mendatang. Benar saja, baru saja muncul kabar bahwa Juve telah resmi menambah kontrak Matuidi.

Kabar tersebut diketahui dari laporan tengah tahun klub yang rilis baru-baru ini. Dari situ, diketahui bahwa Matuidi telah menandatangani kontrak anyar pada tanggal 14 Februari namun belum diumumkan kepada publik.

Terlepas dari itu, Matuidi sudah hampir pasti bertahan di Turin sampai paling tidak tahun 2021 mendatang. Dan perpanjangan kontrak tersebut membuat Olympique Lyon yang dikabarkan sedang mengejarnya harus gigit jari.

Adapun, kompetisi Serie A Italia musim ini sedang ditangguhkan. Pandemi Virus Corona sedang mewabah hebat di Italia sampai-sampai masyarakat harus menjalani karantina di rumah masing-masing untuk menekan angka penyebaran wabah tersebut.

Beberapa pemain Serie A Italia juga sudah positif terjangkit Virus ini, dan Blaise Matuidi adalah salah satunya. Namun, sang pemain mengaku dalam kondisi yang baik-baik saja.

“Saya positif, saya kuat, moral saya bagus. Kami akan menjadi lebih kuat secara kolektif dari tes ini,” ujar Matuidi saat pertama kali dinyatakan positif terjangkit virus Corona, dikutip dari Instagram miliknya.

Faktanya virus Corona tidak hanya mengganggu Serie A. Kompetisi lain seperti Premier League, La Liga, serta Liga Champions juga harus mengalami penundaan karena penyebaran virus yang terlalu cepat.

Pacar Dybala Ungkap Rasanya Terjangkit Virus Corona

Wabah Virus Corona menimpa bintang Juventus, Paulo Dybala dan kekasihnya Oriana Sabatini. Dalam sebuah wawancara, Pacar Dybala tersebut menceritakan bagaimana rasanya terjangkit virus Corona.

Sebagai informasi, Paulo Dybala dan kekasihnya, Oriana Sabatini memang telah terjangkit Virus Corona atau COVID-19, dan sekarang keduanya sedang menjalani masa isolasi.

Bintang muda Argentina tersebut tercatat sebagai pemain Juventus ketiga yang terjangkit wabah ini. Sebelumnya ada bek Daniele Rugani dan gelandang Blaise Matuidi yang dipastikan terjangkit.

Memang tidak bisa dibantah, fakta bahwa Virus Corona memang sedang menjadi polemik besar di Italia saat ini. Pun juga demikian dengan negara-negara lain di Eropa. Namun Italia tercatat sebagai negara kedua terparah setelah China.

Total sampai saat ini ada lebih dari 70 Ribu kasus Positif COVID-19 yang ditemukan di Negeri Spaghetti tersebut. Tentu saja, mereka yang terjangkit secara otomatis akan menjalani isolasi agar tidak mencemarkan virus ke orang lain.

Hal serupa juga berlaku pada Oriano Sabatini. Kekasih Dybala ini kemudian menceritakan bagaimana kondisinya sekarang bersama dengan pemain Juventus.

“Sekarang kami merasa lebih baik, namun dua atau tiga hari sebelumnya saya merasa cukup buruk. Kami sudah menjalani isolasi selama sembilan hari. Dokter berkata bahwa kami harus melakukan tes swab lagi tanggal 31 Maret,”

“Seiring berjalannya waktu, mereka meminta kami untuk beristirahat dan menentukan beberapa vitamin yang harus kami konsumsi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Sabatini bercerita tentang gejala-gejala yang dia rasakan selama terjangkiti wabah Virus corona ini. Wanita yang diketahui bekerja sebagai Model tersebut lantas membenarkan gejala Corona mirop dengan gejala flu pada umumnya.

Namun, dia tidak merasakan demam seperti kebanyakan orang.

“Rasanya seperti anda merasakan flu akan segera datang, seluruh tubuh anda sakit, anda merasa lelah. Saya tidak merasa demam karena saya selalu mengecek suhu tubuh saya. Saya mendengar paru-paru saya membuat suara yang aneh, lalu Paulo mulai merasa buruk juga. Gejalanya seperti flu, setidaknya begitu di kami,” tutupnya.

Sejauh ini, tokoh sepakbola yang sudah sembuh sepenuhnya dari Virus Corona adalah pelatih Arsenal, Mikel Arteta.