Emre Can Ungkap Alasan Tolak Manchester United.

Gelandang Jerman, Emre Can ternyata memang mendapat kesempatan untuk bergabung dengan Manchester United pada musim panas kemarin. Kesempatan itu lantas diabaikan begitu saja, kenapa ?

Masa depan sang pemain memang ramai diperbincangkan pada bursa transfer musim dingin Januari kemarin. Sosok berusia 26 tahun tersebut diisukan bakal hengkang dari Turin, setelah pelatih Juventus, Maurizio Sarri jarang memberinya kesempatan bermain.

Saat itu, Emre Can dikaitkan dengan sejumlah raksasa Eropa, termasuk diantaranya Manchester United. Terlepas benar atau tidaknya ketertarikan Setan Merah terhadap sang pemain, yang jelas dia akhirnya bergabung dengan klub Jerman, Borussia Dortmund.

Nah, baru-baru ini dalam wawancara singkat bersama Sky Jerman, Emre Can membenarkan bahwa dia juga mendapat tawaran dari Manchester United.

Akan tetapi, sang pemain tak sedikitpun memikirkan tawaran tersebut. Alasannya sederhana, karena dia merasa punya ikatan batin dengan Liverpool.

“Saya punya tiga tawaran dari Liga Inggris, termasuk dari Manchester United. Tapi saya tidak memikirkannya sedetik pun karena ikatan masa lalu saya dengan Liverpool,” ujar Emre Can kepada Sky Jerman.

Sebagai informasi, sebelum bergabung dengan Juventus pada musim panas tahun 2018 lalu, Emre Can memang bermain bagi Liverpool. Dia bergabung dengan Klub Marseyside sejak musim panas tahun 2014.

Sedangkan, seperti diketahui Liverpool dan Manchester United adalah dua tim yang terlibat rivalitas sengit sejak lama. Tak heran jika Emre Can menolak tawaran Setan Merah karena tak ingin menyakiti hati para fans Liverpool .

Manchester United melirik Can pada bursa transfer Januari lalu karena memang butuh gelandang baru. Paul Pogba terus bermasalah dengan cedera sehingga lebih banyak absen. Kebetulan Can juga bisa bermain sebagai bek tengah.

Di satu sisi, Setan Merah juga membutuhkan seorang bek tengah untuk menemani Harry Maguire.

Dia memilih hengkang dari Juventus lantaran tak masuk dalam rencana manajer anyar, Maurizio Sarri. Bahkan, mantan pelatih Chelsea itu tidak menyertakan nama Can dalam skuat Liga Champions Eropa.

Bisa dikatakan, Can kalah bersaing dengan pemain seperti Miralem Pjanic, Sami Khedira, Rodrigo Bentancur dan lainnya.

Ini Ternyata Sosok yang Jadi Inspirasi Erling Haaland

Bomber andalan Borussia Dortmund, Erling Haaland mengungkapkan sosok yang selama ini menjadi inspirasinya dalam berkarir, dan sosok tersebut adalah Zlatan Ibrahimovic.

Memang harus diakui, Zlatan Ibrahimovic adalah seorang petualang sejati dalam dunia sepakbola. Dia pernah membela klub-klub top Belanda, Italia, Inggris, Spanyol, Prancis sampai Amerika Serikat.

Karirnya bermula dengan Malmo FF, kemudian dia dibeli Ajax Amsterdam. Setelah meninggalkan Belanda, Ibra dibeli Juventus, sempat membela AC Milan dan Inter Milan.

Sempat juga, yang bersangkutan membela Paris Saint-Germain, Manchester United dan LA Galaxy. Kini, Ibra masih aktif bermain meski sudah berusia 38 tahun, dimana dia membela AC Milan.

Dengan melihat apa yang telah diraihnya sepanjang karir dan statsitiknya, tidak bisa dipungkiri bahwa Ibra adalah salah satu striker terbaik dunia. Tak heran jika sosok asal Swedia itu jadi inspirasi bagi sejumlah pemain.

Salah satunya oleh Erling Braut Haaland. Pemain andalan Borussia Dortmund tersebut mengaku sangat mengagumi sosok Ibrahimovic. Bahkan, yang bersangkutan bertekad mengikuti jejak karir Ibra.

“Saya suka mentalitasnya dan bagaimana ia melihat hal-hal yang berbeda. Saya pikir saya selalu memiliki kepercayaan diri itu juga. Itulah saya,”

“Saya juga suka bagaimana ia bergerak dari satu klub ke klub lain, di negara lain – yang tidak mudah. Tetapi ia selalu masuk dan hanya membobol gawang, dari detik pertama. Saya suka melihat itu. “kata Haaland kepada FourFourTwo.

Banyak yang beranggapan bahwa Erling Haaland memiliki kemiripan dengan Zlatan Ibrahimovic, namun yang bersangkutan merasa punya gaya bermain berbeda.

“Kami berdua striker dan kami tinggi. Tetapi kami memiliki permainan yang berbeda. Sulit untuk membandingkan kami. Saya adalah saya,” pungkas Haaland.

Erling Haaland sendiri bersinar bersama dengan klub Austria, RB Salzburg. Performa gemilangnya tersebut lantas memnbuat yang bersangkutan diminati sejumlah raksasa Eropa. Tapi pada akhirnya Haaland memilih bergabung dengan Borussia Dortmund.

Bersama raksasa Bundesliga Jerman tersebut, Haaland tampil cemerlang. Sejauh ini, dia sudah mengemas 12 gol dari 9 penampilan di semua ajang. Tampaknya, sang pemain akan jadi incaran sejumlah raksasa Eropa pada musim panas mendatang.

Moyes Jadi Alasan Kenapa Kroos Batal Pindah ke MU

Toni Kroos sebelum bergabung dengan Real Madrid ternyata sempat menjadi ‘properti’ panas di bursa transfer enam tahun silam. Salah satu raksasa Eropa yang sempat berusaha mendatangkannya adalah Manchester United.

Pada bursa transfer musim panas tahun 2014 silam, sudah ada pembicaraan antara Manchester United dengan gelandang Timnas Jerman ini. Bahkan, sebelum jendela transfer dibuka, yang bersangkutan sudah sepakat secara verbal untuk merapat ke Old Trafford.

Akan tetapi, saat itu kepindahannya menuju Manchester United batal terwujud, alasannya adalah karena David Moyes.

Seperti diketahui, mantan manajer Everton tersebut memang dipercaya menjadi pengganti Sir Alex Ferguson pada musim panas tahun 2013. Sayangnya, pria asal Skotlandia tidak bisa bertahan lama di Old Trafford, hasil buruk membuatnya didepak pada April 2014.

Empat tahun berselang, David Moyes mengungkapkan fakta bahwa dia sempat nyaris mendatangkan Toni Kroos ke Old Trafford. Hal inipun dibenarkan oleh gelandang berusia 30 tahun. Bahkan, dia sudah sepakat secara verbal dengan kontrak yang disodorkan Moyes kala itu.

Sayangnya, kepindahan itu tak pernah terwujud karena David Moyes lebih dulu dipecat dari kursi pelatih.

“David Moyes datang menemui saya dan pada dasarnya [negosiasi] kontrak telah selesai dilakukan tetapi kemudian Moyes dipecat dan Louis van Gaal masuk, yang makin memperumit masalah,” kata Kroos kepada The Athletic.

Lebih lanjut, Kroos mengaku tidak mendapat kabar apapun dari Manchester United selepas pemecatan David Moyes. Situasi ini membuatnya ragu untuk merapat ke Old Trafford, apalagi pelatih baru datang dengan proyek yang baru.

Lalu, datanglah Real Madrid dengan tawaran menarik, tak butuh waktu lama bagi Kroos untuk menerima pinangan dari Los Blancos.

“Louis ingin waktu untuk membangun proyeknya sendiri. Saya tidak mendengar kabar dari United untuk sementara waktu dan mulai ragu-ragu. Kemudian Piala Dunia dimulai dan Carlo Ancelotti memanggil. itu saja,” pungkas Kroos.

Kegagalan pindah ke Manchester United itu tampaknya tidak perlu disesali oleh Toni Kroos. Pasalnya, dia bersinar bersama Real Madrid, bahkan sejauh ini sudah mengantongi 4 trofi Liga Champions Eropa.

Casemiro Masih Berharap Neymar Gabung Real Madrid

Neymar sejak lama dikaitkan dengan sejumlah raksasa Eropa, termasuk diantaranya Real Madrid dan Barcelona. Meski begitu sampai sekarang dia tetap bertahan di Paris Saint-Germain. Menariknya, gelandang Casemiro masih menyimpan harapan agar koleganya itu bergabung ke Madrid.

Dalam dua bursa transfer musim panas terakhir , masa depan Neymar selalu jadi perbincangan media-media Eropa. Terutama pada bursa transfer musim panas kemarin, dimana mega bintang Brazil tersebut secara terbuka mengungkapkan niatnya untuk hengkang dari Paris Saint-germain.

Neymar Lantas dihubung-hubungkan dengan mantan klubnya, Barcelona. Sang pemain juga mengaku ingin kembali ke Camp Nou. Sayang, sang mantan tidak bisa mewujudkan keinginan bintang Brazil lantaran banderol yang dipasang PSG sangat besar.

Sosok berusia 28 tahun itu lantas dikaitkan dengan Real Madrid, hanya saja pada akhirnya dia tetap bertahan di Paris Saint-Germain sampai saat ini.

Bicara soal masa lalu, Neymar mungkin merupakan salah satu penyesalan terbesar presiden Madrid, Florentino Perez. Beberapa tahun lalu, Madrid kalah gesit dari Barca untuk mendatangkan Neymar dari Santos.

Namun demikian, gelandang Casemiro sama sekali tidak kecil hati dengan harapannya Neymar bergabung ke Santiago Bernabeu suatu saat nanti. Pemain Brazil ini mengaku sering berhubungan dengan rekannya di Tim Nasional tersebut.

“Saya ingin Neymar datang ke Real Madrid, saya bicara dengannya hampir setiap hari. Dia pemain hebat,” tutur Casemiro kepada Marca.

Casemiro sendiri merupakan salah satu pemain andalan Real Madrid selama beberapa tahun terakhir ini. Sang pemain pun membantah anggapan bahwa dia adalah pemain kesukaan Zidane, tapi ini merupakan hasil kerja keras dan kerendahan hatinya.

“Ini merupakan campuran semuanya: Kerja keras, talenta, kerendahan hati, dan saya kira yang paling penting adalah kerja keras. Ketika Anda bekerja keras Anda akan mendapatkan hasil yang sepadan, dan kerja keras adalah kekuatan saya. Saya kira kami semua penting. Beberapa bermain lebih banyak dari yang lain tapi semua penting,” Kata Casemiro kepada reporter.

Neymar sendiri saat ini masih terikat kontrak dengan Paris Saint-Germain sampai tahun 2022 mendatang.

Raheem Sterling Berpeluang Comeback Lawan Real Madrid

Manchester City mendapati kabar gembira terkait dengan kondisi salah satu pemain andalan mereka, Raheem Sterling. Pemain Inggris itu berangsur-angsur pulih sehingga berpotensi tampil di pertandingan Liga Champions melawan Real Madrid.

Sebagai informasi, Raheem Sterling memang mengalami cedera baru-baru ini. Otot hamstringnya mengalami masalah saat timnya berhadapan dengan Tottenham di ajang Premier League. Alhasil, eks Liverpool harus menepi selama beberapa pekan.

Tentu saja, bagi Manchester City absensi sang pemain adalah berita buruk. Pasalnya di akhir bulan ini, mereka harus menghadapi Real Madrid di babak 16 besar Liga Champions. Cedera Sterling diprediksi cukup parah sehingga perlu waktu lebih lama untuk pulih.

Akan tetapi, sebagaimana laporan yang diturunkan The Mirror, sejatinya ada peluang bagi Sterling untuk tampil dalam laga tersebut. Sang winger diberitakan berpotensi comeback di pertandingan leg pertama babak 16 besar Liga Champions Eropa tersebut.

Laporan yang sama menyebutkan bahwa hasil pemeriksaan medis Sterling telah keluar. Ia divonis tidak mendapatkan cedera yang terlalu serius. Sosok berusia 26 tahun ini mengalami cedera hamstring kategori satu, sehingga tidak dibutuhkan waktu lama untuk pulih.

Sterling seharusnya sudah pulih dalam jangka waktu tiga minggu setelah mendapatkan cedera. Jadi sang winger diprediksi bisa fit saat menghadapi Real Madrid nanti. Peluang Sterling untuk comeback di laga melawan Real Madrid itu semakin besar jika melihat proses pemulihan cedera yang ia alami.

Penggawa tim nasional Inggris itu diberitakan melalui proses pemulihan yang singkat, bahkan sudah pulih setelah seminggu mengalami cedera. Walau demikian, pihak klub akan tetap memantau perkembangan sang winger sebelum memutuskan memainkannya atau tidak melawan Real Madrid.

Sebagai informasi, Manchester City dijadwalkan bertandang terlebih dahulu ke markas Real Madrid pada tanggal 26 Februari 2020 mendatang. Tiga minggu berselang, barulah pasukan Pep Guardiola yang akan menjamu raksasa La Liga Spanyol tersebut.

Manchester City tentu akan berusaha memenangkan pertandingan tersebut dan meraih tiket ke babak perempat final. Pasalnya, mereka hampir pasti sudah kehilangan gelar Premier League setelah tertinggal 22 poin dari Liverpool.

Jika Tinggalkan Barca, Lionel Messi Bisa Gabung Liverpool

Salah seorang Agen Transfer asal Prancis, Francis Nkwain mengungkapkan sebuah klaim yang cukup mengejutkan. Adalah mega bintang Argentina, Lionel Messi yang menurutnya menginginkan satu tantangan terakhir sebelum gantung sepatu nanti. Tantangan terakhir itu adalah bergabung dengan Liverpool.

Kurang lebih 16 tahun sudah berlalu sejak debutnya di tim utama Barcelona. Selama periode tersebut, Lionel Messi sudah mempersembahkan banyak sekali gelar juara untuk raksasa Catalan. 10 trofi La Liga dan 4 titel Liga Champions Eropa termasuk diantaranya.

Kontribusi Messi selama 16 tahun terakhir juga begitu besar. Sekarang, usianya memang sudah cukup tua, 32 tahun. Namun ia tak menunjukkan tanda-tanda penurunan performa. Namun ada satu tanda tanya besar terkait sisa karirnya. Apakah pemain berjuluk La Pulga tersebut akan pensiun di Barcelona atau tidak.

Beberapa waktu lalu, Messi sempat berbicara tentang masa depannya di Barcelona. Dalam pernyataannya tersebut, La Pulga mengaku sempat ingin meninggalkan Spanyol. Niat tersebut tak lain karena perlakuan otoritas pajak Spanyol terhadapnya.

Tapi, sekarang situasinya bisa diaktakan sudah jauh lebih baik. Messi masih memiliki sisa kontrak di Barcelona sampai tahun 2021, dan tak pernah mengisyaratkan rencana hengkang dari Camp Nou.

Tapi, seorang pengamat sepakbola ternama, Graham Hunter sempat mengklaim bahwa Messi akan meninggalkan Barcelona. Alasannya karena klub Catalan tak kunjung mampu bersaing di Liga Championns Eropa.

Plus adanya masalah terkait sulitnya klub itu melakukan regenerasi pemain. Dari situlah, akhirnya Liverpool disebut bisa menjadi destinasi karir Messi berikutnya. Klaim tersebut diungkapkan oleh seorang agen transfer asal Prancis, Francis Nkwain. Menurutnya, Liverpool akan jadi satu tantangan terakhir Messi sebelum gantung sepatu.

“saya rasa sekarang ini Liverpool telah mencapai titik manis yang hanya bisa mereka tambahkan. Mereka adalah tim di mana, jika Messi akan pindah untuk satu tantangan terakhir di liga yang kompetitif, Liverpool adalah klub itu,” katanya seperti dilansir Daily Star.

Lionel Messi sejatinya sudah melihat sendiri kehebatan Liverpool, tepatnya saat Barcelona disingkirkan wakil Premier League tersebut dari ajang Liga Champions Eropa musim kemarin.

Hazard Ternyata Tak Bahagia Ditangani Conte dan Sarri

Winger Internasional Belgia, Eden Hazard pernah bekerja sama dengan dua manajer Italia saat masih berkostum Chelsea, mereka adalah Antonio Conte dan Maurizio Sarri. Meski tampil gemilang dan memenangkan gelar juara, ternyata Hazard mengaku tidak bahagia bekerja dibawah arahan Sarri dan Conte. Dia menilai pelatih asal Italia terlalu kaku soal taktik.

Adapun, Eden Hazard sendiri sudah menjadi bagian dari Chelsea sejak tahun 2012 silam. Ia kemudian berkembang menjadi salah satu pemain yang mengesankan berkat kecepatan, kreativitas, dan aksi olah bolanya yang brilian. Bersama dengan raksasa Premier League, Hazard sudah memenangkan sejumlah gelar juara, termasuk dua gelar Liga Primer Inggris.

Nah, salah satu dari dua gelar Premier League tersebut diraih saat era Antonio Conte. Sayang, mantan pelatih Juventus tersebut tak bisa mengulang prestasi itu di musim keduanya di Inggris. Yang bersangkutan kemudian mendapat sorotan atas keangkuhannya memilih taktik. Conte lantas didepak dari kursi pelatih dan digantikan Maurizio Sarri.

Nahasnya, kritik serupa juga dilayangkan publik kepada Maurizio Sarri. Alhasil meski berhasil membawa Chelsea jadi juara Liga Europa, dan setelah menyudahi musim pertamanya, Sarri memutuskan kembali ke Italia dengan menangani Juventus. Nah, Eden Hazard mengaku di masa pemerintahan Antonio Conte dan Maurizio Sarri, kebahagiannya dalam bermain sedikit terkikis.

Hazard ternyata tidak bahagia dengan taktik kaku yang diterapkan kedua manajer asal Italia itu. Tapi sekarang dia bisa tersenyum lebar, karena di Real Madrid dibawah arahan Zidane, Hazard bisa memainkan identitasnya.

“Dalam latihan, kami selalu menggunakan bola … ada gerakan dan pertandingan mini. Ketika Anda bertemu pelatih Italia seperti yang saya lakukan.Anda kurang bahagia. Mereka lebih kaku dan berulang. Anda menemukan kesenangan dalam kemenangan. Saya menghabiskan tiga tahun dengan pelatih Italia sehingga menemukan kembali kesenangan ini lagi membuat saya bahagia,” ungkapnya kepada Sport Magazine.

Hazard ditebus Real Madrid pada bursa transfer musim panas kemarin seharga 100 Juta Euro dari Chelsea. Diharapkan mampu membawa klub arahan Zinedine Zidane itu kembali menampilkan performa terbaik, faktanya Hazard lebih sering absen karena cedera.

Mario Mandzukic Akhirnya Resmi Gabung Klub Qatar

Masa depan striker veteran Kroasia, Mario Mandzukic akhirnya jelas terjawab. Setelah belakangan sempat dikaitkan dengan sejumlah klub seperti Manchester United , eks penggawa Bayern Munchen ini akhirnya mantap hijrah ke Asia, dengan merapat ke klub Qatar, Al Duhail.

Mario Mandzukic, 33 tahun, bergabung dengan Juventus sejak bursa transfer musim panas tahun 2015 silam. Sejak saat itu, yang bersangkutan sudah jadi andalan Bianconneri, bahkan turut membantu klub mempertahankan trofi Scudetto dan juga melangkah ke Final Liga Champions Eropa.

Akan tetapi, situasinya berubah seiring kehadiran manajer anyar Maurizio Sarri. Eks Atletico Madrid ini jarang diturunkan, bahkan dia tak masuk dalam skuat Liga Champions Eropa Juventus yang ditentukan mantan pelatih Napoli itu. Alhasil, sejak musim panas kemarin masa depannya di Juve sudah jadi tanda tanya.

Banyak yang mengaitkan Mandzukic dengan klub-klub top eropa seperti Manchester United, Everton sampai Chelsea. Akan tetapi pada akhirnya yang bersangkutan memilih hijrah ke Qatar, bergabung dengan Al Duhail. Adapun, Al-Duhail sendiri mengumumkan perekrutan sang striker pada hari Selasa (24/12/2019) waktu setempat.

“Manajemen tim berhasil hari ini dalam mengontrak striker Kroasia Mario Mandzukic dari Juventus dalam kesepakatan transfer bebas setelah berakhirnya kontraknya dengan tim Italia,” demikian keterangan dari Al-Duhail.

Sebenarnya, Mandzukic dilaporkan sudah berada di Qatar sejak beberapa hari yang lalu. Akan tetapi sempat ada laporan bahwa pemain berusia 33 tahun itu batal memperkuat klub tersebut. Menurut laporan yang terdengar, proses negosiasi antara kedua tim sempat macet, bahkan diyakini sang striker sempat balik ke Italia.

Lalu, Al Duhail diyakini akhirnya luluh dan menawarkan uang sebesar 5 Juta Euro kepada Juventus sebagai penebusan sang pemain. Pada akhirnya Juventus pun sepakat untuk melepas mantan pemain Bayern Munchen itu ke Al Duhail.

Mario Mandzukic sendiri gabung Juventus sejak tahun 2015, selama membela juara bertahan Serie A italia tersebut, pemain Kroasia ini sudah mencatatkan 44 gol dari total 162 penampilan yang ditorehkannya. Dia membantu Juve dalam memenangkan empat titel Scudetto, dan sekali melangkah ke final Liga Champions Eropa.

Toni Kroos Sangat Waspadai Liverpool di Final UCL Bersama Sbobet Agenbola8

Toni Kroos Sangat Waspadai Liverpool di Final UCL Bersama Sbobet Agenbola8

Gelandang andalan Real Madrid, Toni Kroos meminta timnya untuk tidak meremehkan calon lawan di Final Liga Champions Eropa akhir pekan ini, Liverpool. Menurut pemain Timnas Jerman, Liverpool memiliki para pemain hebat yang selalu berusaha tampil maksimal di tiap pertandingan Liga Champions Eropa.

Sebagaimana diketahui, Real Madrid berada di ambang rekor Juara Liga Champions Eropa tiga kali secara beruntun, dengan keberhasilan mereka melangkah ke Final Liga Champions Eropa musim ini. Pada partai final di Kiev 27 Mei mendatang, skuat arahan Zinedine Zidane akan berhadapan dengan Liverpool.

Tentu saja di atas Kertas Real madrid lebih diunggulkan menang pada partai final nanti di togel online, mengingat mereka adalah juara bertahan kompetisi tahunan ini dan sebelumnya mereka juga berhasil mengalahkan tim-tim favorit juara seperti Paris Saint-Germain di babak 16 besar, kemudian ada Juventus di abak perempat final dan terakhir Bayern Munchen pada babak semifinal.

Sementara itu, Liverpool akan menjalani partai final pertama mereka sejak terakhir di tahun 2007 silam. mereka juga berhasil menyingkirkan FC porto, Manchester City dan AS roma dalam perjalanan menuju babak final. Dengan kurang matangnya mental Tim Marseyside, mereka tidak diunggulkan menang pada final di Ukraiana nanti.

Akan tetapi, Gelandang Toni Kroos punya pandangan yang berbeda, dimana pemain Jerman percaya bahwa Liverpool adalah tim yang pantas melangkah ke final Liga Champions Eropa musim ini dan Real Madrid harus benar-benar mewaspadai ancaman yang bisa dihadirkan Tim Marseyside.

“Ketika kami bermain melawan timnya, selalu sulit. Di Bayern, kami selalu punya banyak masalah ketika menghadapi Dortmund, Kami yakin akan menghadapi Liverpool yang agresif, punya lini depan cekatan, tapi kami bisa menghentikan mereka. Akan sulit, itulah yang saya prediksi untuk laga final.”

“Timnya selalu agresif, mereka akan menghadirkan banyak tekanan selama 90 menit. Mereka sangat termotivasi. Saya meyakini akan menjadi laga yang sulit tapi kami tetap punya kesempatan untuk menang. Mereka akan menjadi 11 binatang, semuanya. Kami mungkin lebih baik kala menguasai bola, tapi mereka akan menghadirkan tekanan selama 90 menit dan akan pada tahap 100 persen atau bahkan lebih,” ungkap Kroos kepada SBOBET.

Dejan Lovren Yakin Dapat Dukungan Warga Kroasia di Final UCL

Dejan Lovren Yakin Dapat Dukungan Warga Kroasia di Final UCL

Bek Liverpool Dejan Lovren menyambut optimis pertandingan final Liga Champions Eropa melawan Real Madrid di Ukraina pada 27 Mei mendatang. Dia percaya bakal mendapatkan dukungan penuh dari warga Kroasia yang bermukim dekat dengan tempat berlangsungnya final nanti.

Dejan Lovren Yakin Dapat Dukungan Warga Kroasia di Final UCL

Sebagaimana diketahui, Liverpool memang telah mengamankan tiket ke babak final Liga champions Eropa musim ini setelah mengeliminasi AS Roma dari babak semifinal. Sebelumnya, tim arahan Jurgen Klopp tersebut berhasil menyingkirkan Manchester City dan FC Porto dalam usahanya melangkah ke puncak kompetisi.

Pada pertandingan final nanti, Liverpool akan berhadapan dengan Real Madrid yang dalam dua musim sebelumnya secara beruntun telah berhasil menjuarai kompetisi tahunan tahunan tersebut. Namun tentu saja Liverpool tidak akan kehilangan optimisme untuk bisa menyaingi Real Madrid.

Bek Dejan Lovren misalnya, pemain Kroasia ini mennyambut optimis peluang Liverpool untuk bisa memenangkan pertandingan tersebut. Selain itu, defender yang selalu jadi andalan Jurgen Klopp sejak awal musim ini tersebut juga yakin akan mendapat dukungan penuh dari warga kroasia, mengingat laga nanti akan berlangsung dekat dari kampung halamannya.

“Saya sudah berkomunikasi dengan rekan Kroasia saya yakni Luka Modric dan Mateo Kovacic, yang bermain untuk Real Madrid, Ini adalah pencapaian yang cukup mengesankan untuk negara kecil yang memiliki populasi tidak lebih dari empat juta, bahwa setiap tahunnya kami memiliki pemain internasional Kroasia yang memainkan partai final. Ini bagus untuk kami dan juga negara kami.”

“Saya yakin seluruh negara akan menonton final nanti. Saya akan bilang bahwa orang-orang [Kroasia] akan berada di sisi saya karena saya belum pernah menang sebelumnya, selagi kedua pemain itu meraih kesuksesan dalam beberapa waktu terakhir! Kroasia bangga pada kami dan pada akhirnya kita akan melihat siapa yang bakal keluar sebagai pemenang.” Demikian kata Lovren kepada majalah resmi Liverpool.