Tanpa Jurgen Klopp, Liverpool Tidak Akan Seperti Sekarang

Keberhasilan Liverpool menjadi salah satu tim terbaik Eropa bahkan mungkin Dunia, diklaim tak terlepas dari campur tangan pelatih Jurgen Klopp. Tanpanya, Liverpool tidak akan seperti sekarang ini.

Klopp sendiri merapat ke Anfield di penghujung tahun 2015 silam. Meski awalnya kesulitan, tapi perlahan dia berhasil membuat Liverpool bangkit jadi tim yang kembali disegani di Semua ajang.

Puncak dari perjuangan Jurgen Klopp terbayar sejak musim kemarin, dimana Liverpool berhasil memenangkan gelar Juara Liga Champions Eropa. Prestasi Tim Marseyside kemudian dilengkapi dengan trofi Piala Super Eropa dan Piala Dunia antarklub.

Musim ini, Klopp semakin menjadi sosok yang spesial usai mengantarkan Liverpool jadi juara Premier League untuk pertama kalinya dalam 30 tahun terakhir.

Jadi tak heran jika bek Dejan Lovren menganggap pelatih berusia 53 tahun itu adalah sosok kunci dalam keberhasilan Liverpool sekarang ini.

“Dari sudut pandang saya, tanpa Klopp itu tidak akan sama. Kami semua bisa setuju dengan itu. Ia telah mengubah mentalitas kami, ia telah mengubah etos kerja kami. Ia mengubah banyak hal,”

“Tidak hanya dari segi sepak bola; ia juga mengubah banyak hal di sekitar klub, ia mendapatkan kepercayaan dari para pendukung dan bahkan di saat-saat buruk penggemar selalu bersama kami. Sangat menyenangkan melihat hal itu,” serunya pada situ resmi Liverpool.

Dejan Lovren adalah salah satu pemain yang merasakan pengalaman dilatih Jurgen Klopp sejak hari pertama sampai sekarang dimana sang bek akan meninggalkan Anfield untuk bergabung ke klub Rusia, Zenit St Petersburg.

Selama kurang lebih lima tahun, pemain Kroasia ini memiliki kedekatan yang bagus dengan Klopp baik di atas lapangan maupun di kehidupan biasa.

“Saya punya banyak masalah dan hanya ia yang tahu masalahnya. Ia seperti teman bagi saya, seperti seorang ayah, yang bisa saya datangi dan mengatakan semua masalahnya,”

“Suatu hari, kita akan melihat ke belakang dan kita bisa tertawa bersama dan berbagi kenangan indah. Inilah yang akan kita lakukan,” ungkap bek 31 tahun ini.

Pep Guardiola Puas Performa Saat Kalahkan Watford

Kemenangan atas Watford dinihari tadi tak hanya sekedar kemenangan besar, menurut pelatih Pep Guardiola performa para pemain Manchester City dalam laga tersebut sangat memuaskan.

Seperti diketahui, Manchester City memang bertandang ke Vicarage Road Stadium, menghadapi tuan rumah Watford dalam lanjutan Premier League dinihari WIB tadi (22/07). Sejak menit pertama, pasukan Pep Guardiola langsung tampil mendominasi.

Mereka bahkan telah mencatatkan 10 peluang emas dari total 26 peluang sepanjang pertandingan tersebut. Sedangkan tuan rumah hanya melepaskan dua tembakan, tanpa ada satu pun yang mengarah tepat ke gawang Ederson Moraes.

Performa cemerlang ini lantas membuat Manchester City berhasil melumat habis Watford dengan skor telak 4-0. Masing-masing gol dicetak oleh Raheem Sterling pada menit ke-31 dan 40′, Phil Foden menit ke-63, dan Aymeric Laporte menit ke-66.

Memang, dengan kemenangan ini pasukan Pep Guardiola tak lantas bergerak dari posisi ke-2 pada klasemen sementara. Mereka tetap menempati peringkat tersebut dengan raihan 78 poin dari 36 pertandingan.

Tapi terlepas dari fakta tersebut, pelatih Pep Guardiola tampak puas dengan performa para pemainnya sepanjang laga tersebut. Juru taktik asal Spanyol itu menyebut Raheem Sterling dkk. tampil agresif sejak awal sampai akhir pertandingan.

Mantan pelatih Barcelona sangat senang dengan penampilan apik para pemainnya setelah kekalahan dari Arsenal di babak semifinal Piala FA akhir pekan lalu.

“Pemain City tampil dengan masalah besar (pada laga kontra Arsenal) dan kami bermain lebih agresif hari ini, dalam banyak pengertian. Saya katakan sebelumnya, jadilah diri kami sendiri.Kami bisa bermain lebih baik atau lebih buruk”

“tetapi ada keinginan dan gairah yang minimum dan kami menunjukkannya hari ini. Anda harus melakukan segalanya untuk memenangkan pertandingan. Ini bukan tentang menang atau kalah. Anda bisa bermain buruk, tetapi Anda harus berlari dan bertarung. Itu tidak terjadi ketika melawan Arsenal, itu sebabnya kami kalah,” tutur Pep Guardiola.

Adapun, akibat dari kekalahan tersebut tuan rumah Watford terpaksa harus terjun ke peringkat ke-18 pada klasemen sementara Premier League.

Lampard Akui Saat ini Chelsea Sedang Ditimpa Masalah Internal

Pelatih Chelsea, Frank Lampard berbicara mengenai fakta yang jarang diketahui publik bahwa saat ini ternyata kubu internal klub sedang ditimpa masalah.

Tampaknya, hal tersebut memang telah mengganggu performa The Blues. Itu juga terlihat jelas dari kekalahan yang ditelan klub London dalam pertandingan melawan Sheffield United akhir pekan kemarin.

Dalam pertandingan tersebut, pasukan Frank Lampard telan kekalahan dengan skor telak 0-3. Kekalahan ini memang mengecewakan, tapi beruntung mereka tidak tergusur dari posisi ke-3 pada klasemen sementara Liga Primer Inggris.

Hal ini disebabkan hasil imbang yang didapat klub rival, Manchester United saat menjamu Southampton pada Selasa (14/7) dini hari tadi.

Terkait dengan fakta tersebut, pelatih Frank Lampard secara mengejutkan mengakui bahwa saat ini memang sedang ada masalah Internal di tim asuhannya.

“Saat anda berbicara soal pemain, sangat mudah dan wajar kalau melihat talentanya. Namun anda juga harus melihat sikap serta karakternya di dalam tim. Saya pikir ini hal yang harus kami benahi. Pemain muda bisa lebih vokal dan bertumbuh seiring perjalanan.”

“Pemain yang lebih tua juga bisa mengemban tanggung jawab untuk membantu. Momen seperti ini, masa kritis seperti ini di mana ada banyak hal yang dipertaruhkan, waktunya orang-orang berbenah,” ujarnya dikutip dari Goal International.

Lebih lanjut, menurut lampard, beberapa pemain Chelsea cenderung tertutup dengan rekan satu timnya sendiri. Dengan kata lain, mereka tidak akan berbicara pendapat tentang tim jika memang tidak dipaksa untuk melakukan itu.

Sebenarnya itu tidak masalah, tapi Lampard berharap sisi introvert itu dihilangkan saat berada di atas lapangan.

“Anda boleh diam di luar lapangan – kami punya beberapa pemain pendiam yang menyimpan rahasianya – tapi mereka harus berbicara saat di lapangan. Mereka harus meminta bola, jika tidak pertandingan akan berlalu begitu saja,”

“Yang terpenting adalah bagaimana kami bereaksi dan saya mengharapkan itu dari para pemain besok. Saya memiliki kepribadian yang besar, dan akan ada kepribadian besar di dalam tim pada esok hari,” pungkasnya.

Presiden Barca Ikut Komentari Kontroversi VAR dan Real Madrid

Belakangan ini, publik menilai bahwa Real Madrid arahan Zinedine Zidane kerap kali diuntungkan oleh VAR dan keputusan Wasit hingga bisa berdiri kokoh di puncak klasemen sementara. Mengenai hal tersebut, Josep Maria Bartomeu selaku Presiden Barca ikut berkomentar.

Tudingan itu kembali muncul saat Real Madrid berhadapan dengan Athletic Bilbao pada Senin (6/7/2020) kemarin. Sebagai informasi, Real Madrid berhasil meraih kemenangan dengan skor tipis 1-0 dalam laga tersebut.

Satu-satunya gol yang diciptakan tim arahan Zinedine Zidane adalah lewat titik putih penalti. Mereka diberikan hadiah penalti oleh wasit setelag VAR melihat adanya pelanggaran yang dilakukan Dani Garcia pada Sergio Ramos dalam kotak terlarang.

Sang Kapten lantas maju sebagai eksekutor dan berhasil melesatkan bola ke celah kosong tuan rumah, membawa Madrid menang 1-0.

Setelah pertandingan, Iker Muniain tampak tidak terima dengan kekalahan timnya dan menuding bahwa wasit dan VAR terlalu memihak pada tim tamu.

Tudingan itu berkaitan dengan fakta bahwa wasit tidak menggubris kejadian yang menimpa rekan setimnya lewat VAR, di mana Sergio Ramos menginjak kaki Raul Garcia dalam kotak penalti.

Presiden Barcelona, Josep Maria Bartomeu ikut berkomentar tentang hal tersebut. Seolah ikut memperpanas kontroversi ini dengan menyebut bahwa VAR kerap menguntungkan tim yang sama.

“VAR tidak mencapai level yang diinginkan semua orang. Pasca lockdown, ada banyak laga yang belum ditentukan hasilnya dan ada tim yang sama selalu diuntungkan, dan banyak tim tidak beruntung,” ucap Bartomeu kala itu.

Tak hanya Bartomeu, Joseph Vives selaku Juru Bicara Barcelona juga mengatakan hal yang senada.

“Tidak ada yang bisa meragukan peran kepemimpinan Barcelona dalam kaitannya pada penerapan VAR di La Liga, namun belum ada keadilan, satu tim telah diuntungkan,”

“Tidak ada yang meragukan teknologi tersebut, itu absurd, kami terus melindungi VAR, namun penerapan beberapa peraturan harus dibenahi,” tutur Vives dikutip dari Marca.

Saat ini, Barcelona masih berada di peringkat ke-2 pada klasemen sementara. Di posisi tersebut, mereka masih tertinggal empat poin dari Real Madrid.