Timo Werner Ungkap Alasan Keluar dari Skuat Liga Champions

Penyerang muda Jerman, Timo Werner memutuskan keluar dari skuat Liga Champions Eropa RB Leipizig di sisa musim ini. Tentu ini keputusan yang mengejutkan, tapi sang pemain pun coba untuk meredam semua rumor dengan bicara tentang alasan dibaliknya.

Memang, Timo Werner dipastikan bakal menjadi pemain Chelsea musim depan setelah yang bersangkutan dibeli dari RB Leipzig lewat kocek 60 Juta Euro beberapa waktu lalu.

Meski sudah resmi ditebus raksasa Premier League tersebut, faktanya sang pemain baru akan resmi diperkenalkan sebagai pemain Chelsea mulai 1 Juli mendatang.

Dengan begitu, berarti Timo Werner akan melewatkan seluruh pertandingan setelah tanggal 1 Juli bersama klub Bundesliga jerman. Tentu saja termasuk di sisa petualangan RB Leipzig di ajang Liga Champions Eropa.

Karena alasan tersebutlah Werner kemudian mundur dari skuat Liga Champions Eropa RB Leipzig di sisa musim ini.

“Tentu saya saya merasa kecewa tak bisa membantu Leipzig bermain di Liga Champions. Namun, saya adalah pemain Chelsea sejak 1 Juli dan sejak itu saya dibayar oleh Chelsea. Sudah jelas bahwa semua pihak – Chelsea, RB, dan pihak saya – harus dan wajib memutuskan ini.”

“Tentu saja saya mencoba untuk sebisa mungkin menjauh dari masalah Liga Champions karena jelas saya akan menyakiti salah satu pihak. Itulah mengapa agen saya akhirnya menyetujuinya bersama klub-klub tersebut,” ujar Werner kepada Sportbuzzer.

Namun, terlepas dari fakta bahwa dia sudah tidak terlibat lagi dengan RB Leipzig, tapi Timo Werner akan tetap mendukung klub Bundesliga Jerman tersebut di ajang Liga Champions.

“Saya selamanya terhubung dengan Leipzig dan RB, saya akan duduk di depan TV selama perempat final dan tetap optimis, mungkin saya bahkan bisa berada di Lisbon,” tutur Werner.

Meski bergabung sejak Juli besok, Werner tetap tak bisa memperkuat Chelsea di sisa musim ini. Ia baru bisa berseragam The Blues mulai awal musim depan.

Sedangkan RB Leipzig sendiri memang telah memastikan tiket ke babak perempat final Liga Champions Eropa musim depan selepas kemenangan di dua leg melawan Tottenham.

Roy Keane Akui Liverpool Layak Jadi Juara EPL

Hasil imbang melawan Everton membuat perayaan gelar Premier League musim ini jadi tertunda, tapi legenda Manchester United Roy Keane tetap menilai bahwa Liverpool layak jadi juara.

Roy Keane sendiri adalah legenda Manchester united yang sudah gantung sepatu sejak lama, dan sekarang dia bekerja sebagai pandit sepakbola Inggris. Pria asal Skotlandia tersebut dikenal sebagai sosok yang tidak mengerem kata-katanya ketika melayangkan kritik.

Bahkan belum lama ini, Roy Keane mengkritik habis beberapa pemain Manchester United. Yang paling mengenaskan adalah kritik kepada David De Gea. Menurutnya, pemain Spanyol tersebut tampil buruk kala the Red Devils bertemu Tottenham Hotspur kemarin.

Tak sampai disitu, Keane juga mengkritik bek andalan sekaligus kapten Manchester United, Harry Maguire.

Tapi ketika berbicara tentang Liverpool, justru Roy Keane melantunkan kata-kata yang tidak biasanya. Da mengakui bahwa dirinya memiliki respek yang sangat tinggi kepada tim Marseyside tersebut.

Padahal jika melirik ke belakang, Manchester United dan Liverpool dikenal memiliki rivalitas yang cukup kental terutama di pentas Premier League. Kedua tim ini juga sering bersaing dalam perburuan gelar juara, termasuk di era Roy Keane.

Akan tetapi, Keane tidak memandang fakta tersebut bahkan mengakui bahwa Liverpool memang layak jadi juara musim ini.

“Saya bukan anti-Liverpool. Saat saya tumbuh di era 80′-an, Liverpool merupakan tim yang hebat dan saya sangat menghormati sosok seperti Ronnie Whelan dan Ray Houghton.Saya menyaluti Liverpool. Mereka adalah tim yang sangat, sangat bagus.”

“Mereka secara terus-menerus menjuarai liga,” ujar Keane kepada Irish Independent.

Liverpool sendiri butuh dua kemenangan lagi untuk mengunci gelar Premier League musim ini. Mereka sempat berpeluang memangkas nya jadi satu pertandingan saat berhadapan dengan Everton kemarin, sayangnya laga tersebut berakhir imbang 1-1.

“Orang-orang selalu mengaitkan saya dengan United, tapi saya tidak pernah iri terhadap tim yang memenangkan liga. Mereka pantas untuk itu,”

“Mereka telah bermain dengan luar biasa dalam beberapa musim terakhir. Tanda sebuah tim bagus adalah harus jadi konsisten, dan seperti itulah mereka,” tandasnya.

Pengakuan Loris Karius : Jadi Incaran Separuh Klub Inggris

Loris Karius sempat jadi sasaran kritik setelah blunder yang dilakukannya pada partai final Liga Champions Eropa dua musim lalu. Tapi jangan salah, biar begitu penjaga gawang asal Jerman ini sempat jadi rebutan separuh klub Premier League.

Sebelumnya, Loris Karius memang sempat jadi andalan Liverpool di bawah mistar gawang. Namun, dia terdepak permanen sejak laga final Liga Champions Eropa melawan Real madrid. Kiper asal Jerman ini melakukan dua blunder fatal yang membuat Liverpool gagal menjadi juara.

Tapi faktanya sebelum memperkuat Liverpool, Karius sempat bergabung dengan Manchester City. Hanya saja, kiper asal Jerman ini memutuskan pergi sebelum mendapatkan kesempatan bermain dengan tim senior Citizen.

Nah, tepat sebelum bergabung dengan Manchester City, Loris Karius ternyata sempat mendapatkan tawaran dari banyak sekali klub Premier League, bahkan separuhnya.

“Waktu tu saya mendapat tawaran dari beberapa klub, tapi Manchester City membantu saya. Mereka menunjukkan rencana yang jelas, contohnya bagaimana saya bisa masuk di tim senior. Saya pun terkesan,” ujar Karius.

“Siapa tim lain yang tertarik? Saya rasa separuh Premier League. Di Jerman, saya sebenarnya hanya mau Stuttgart karena mereka terkenal dengan tim mudanya. Saya menjalani masa latihan yang menyenangkan di sana,” tutur Karius kepada Transfermarkt.

Akan tetapi, pada akhirnya Karius yang masih berusia 16 tahhun saat itu lebih memilih bergabung dengan Manchester City. Alasannya karena Citizen punya rencana yang jelas dengan para pemain muda mereka.

“Saat itu saya hanya mendengarkan rencana dari Manchester City dan Stuttgart. Saat itu, kedatangan investor baru saja dimulai,”

“Manchester City sebenarnya merupakan klub yang sangat bergantung pada pemain muda mereka sendiri. Banyak pemain yang mampu menembus tim utama, akademi berada di posisi yang bagus, karena itu akhirnya saya memutuskan untuk menerima tawaran mereka,” tandasnya.

Setelah meninggalkan Liverpool, atau lebih tepatnya dijual, nasib Karius semakin tidak jelas. Dia bahkan baru saja memutus kontrak dengan Besiktas karena ada masalah soal pembayaran, dan yang bersangkutan memilih kembali ke Marseille.

Keylor Navas Pantas Dianggap Sebagai Legenda Real Madrid

Legenda Real Madrid, Fernando Morientes melayangkan apresiasi tinggi kepada mantan penjaga gawang Los Blancos, Keylor Navas. Kendati pada akhirnya diabaikan, menurutnya penjaga gawang Kostarika tersebut sangat layak menyandang status sebagai legenda Klub.

Keylor Navas, 33 tahun, memang sempat menjadi andalan Real Madrid, dimana dia bergabung dengan raksasa La Liga Spanyol tersebut sejak musim panas tahun 2014 silam. Usai tampil gemilang di ajang Piala Dunia saat itu, Los Blancos langsung membelinya dari Levante.

Awalnya, Navas memang hanya jadi kiper kedua Real Madrid, setelah Iker Casillas. Namun perlahan, dia berhasil menggeser posisi Casillas dan jadi andalan utama Los Blancos dibawah mistar gawang.

Selama jadi andalan, Navas berhasil memegang peran krusial dalam keberhasilan Real Madrid memenangkan sejumlah gelar juara, termasuk gelar Liga Champions Eropa dan La Liga Spanyol.

Sayangnya, yang bersangkutan seperti diabaikan, klub merekrut Thibaut Courtois dan melepas kiper Kosta Rika itu ke Paris Saint-Germain. Karenanya, Morientes menganggap Navas sangat layak untuk dianggap sebagai legenda Real Madrid.

“Saya rasa dia adalah sosok legenda di Real Madrid,” kata Morientes kepada ESPN.

Menurutnya, Navas adalah pemain yang sangat krusial di momen-momen penting Real Madrid.

“Pemain seperti dia berpartisipasi besar dalam momen-momen hebat Real Madrid. Jadi ia layak diklasifikasikan sebagai legenda klub.” Tandasnya.

Di samping itu, Morientes juga merasa kagum dengan bagaimana perkembangan Keylor Navas di Real madrid, dari yang awalnya hanya menjadi kiper pelapis, kemudian jadi kiper utama dan berhasil memegang kontribusi besar bagi klub.

“Keylor Navas datang ke klub ini sebagai kiper pelapis. Ia menjadi pelapis salah satu kiper terhebat dalam sejarah klub ini, Iker Casillas. Sedikit demi sedikit ia berhasil mendapatkan rasa hormat dari pendukung klub ini. Ia juga berperan besar dalam momen-momen besar klub ini.” ujarnya.

Navas awalnya hanya dipinjamkan ke Paris Saint-Germain pada musim panas tahun 2018 lalu, namun sejak bursa transfer musim panas kemarin, yang bersangkutan resmi ditebus secara permanen oleh klub Prancis tersebut.