Pacar Dybala Ungkap Rasanya Terjangkit Virus Corona

Wabah Virus Corona menimpa bintang Juventus, Paulo Dybala dan kekasihnya Oriana Sabatini. Dalam sebuah wawancara, Pacar Dybala tersebut menceritakan bagaimana rasanya terjangkit virus Corona.

Sebagai informasi, Paulo Dybala dan kekasihnya, Oriana Sabatini memang telah terjangkit Virus Corona atau COVID-19, dan sekarang keduanya sedang menjalani masa isolasi.

Bintang muda Argentina tersebut tercatat sebagai pemain Juventus ketiga yang terjangkit wabah ini. Sebelumnya ada bek Daniele Rugani dan gelandang Blaise Matuidi yang dipastikan terjangkit.

Memang tidak bisa dibantah, fakta bahwa Virus Corona memang sedang menjadi polemik besar di Italia saat ini. Pun juga demikian dengan negara-negara lain di Eropa. Namun Italia tercatat sebagai negara kedua terparah setelah China.

Total sampai saat ini ada lebih dari 70 Ribu kasus Positif COVID-19 yang ditemukan di Negeri Spaghetti tersebut. Tentu saja, mereka yang terjangkit secara otomatis akan menjalani isolasi agar tidak mencemarkan virus ke orang lain.

Hal serupa juga berlaku pada Oriano Sabatini. Kekasih Dybala ini kemudian menceritakan bagaimana kondisinya sekarang bersama dengan pemain Juventus.

“Sekarang kami merasa lebih baik, namun dua atau tiga hari sebelumnya saya merasa cukup buruk. Kami sudah menjalani isolasi selama sembilan hari. Dokter berkata bahwa kami harus melakukan tes swab lagi tanggal 31 Maret,”

“Seiring berjalannya waktu, mereka meminta kami untuk beristirahat dan menentukan beberapa vitamin yang harus kami konsumsi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Sabatini bercerita tentang gejala-gejala yang dia rasakan selama terjangkiti wabah Virus corona ini. Wanita yang diketahui bekerja sebagai Model tersebut lantas membenarkan gejala Corona mirop dengan gejala flu pada umumnya.

Namun, dia tidak merasakan demam seperti kebanyakan orang.

“Rasanya seperti anda merasakan flu akan segera datang, seluruh tubuh anda sakit, anda merasa lelah. Saya tidak merasa demam karena saya selalu mengecek suhu tubuh saya. Saya mendengar paru-paru saya membuat suara yang aneh, lalu Paulo mulai merasa buruk juga. Gejalanya seperti flu, setidaknya begitu di kami,” tutupnya.

Sejauh ini, tokoh sepakbola yang sudah sembuh sepenuhnya dari Virus Corona adalah pelatih Arsenal, Mikel Arteta.

Jika Arsenal Tak Kunjung Berubah, Arteta Bisa Dipecat

Cara bermain Arsenal terlihat mengalami kemajuan dibawah arahan Mikel Arteta. Namun, manajer asal Spanyol itu bisa bernasib sama seperti Unai Emery jika klub tak kunjung meraih hasil positif.

Sebagaimana diketahui, Mikel Arteta memang dipercaya menjadi manajer utama Arsenal menggantikan Unai Emery sejak Akhir Desember lalu. Dibawah arahannya, The Gunners tampak lebih baik.

Tercatat delapan pertandingan dimainkan Klub London Utara tanpa terkalahkan. Mereka juga sudah membaik dari segi pertahanan, kemudian gaya bermain juga sedikit lebih baik dibandingkan sebelumnya. Identitas Arsenal pun nampak jelas sedikit demi sedikit.

Pada intinya, manajer asal Spanyol yang sebelumnya bekerja sebagai assisten Pep Guardiola di Manchester City ini telah membuktikan kapasitasnya. Seolah, Dia mengembalikan daya juang yang sempat hilang dari wajah pemain-pemain Arsenal.

Hal serupa juga dituturkan oleh salah seorang Analisis Premier League, Tony Adams. Dia mengakui bahwa Arteta bekerja dengan sangat bagus di kursi pelatih Arsenal saat ini. Tapi Masalahnya Arteta bekerja dengan skuad warisan, bukan pemain-pemainnya sendiri.

Karenanya, Adams menilai bahwa Arteta harus mendapatkan pemain-pemain yang sesuai keinginannya, dan klub juga harus mendukung hal tersebut.

“Dia sudah bekerja sangat baik. Saa benar-benar menyukai dia dan antusiasmenya. Saya senang kondsinya baik-baik saja dan sudah pulih dari virus itu. 10 tahun terakhir saya sudah bicara soal rekrutmen mereka dan saya kira mereka harus benar-benar bekerja keras.” ujar Adams kepada Sky Sports.

Lebih lanjut menurut Adams, tidak ada gunanya memiliki sosok pelatih top jika memang kebijakan transfer pemain tak mendukung. Setidaknya, hal tersebutlah yang sebelumnya dialami oleh manajer Unai Emery.

Pelatih asal Spanyol tersebut pada akhirnya didepak dari kursi manajer setelah serangkaian hasil mengecewakan di awal musim ini.

“Pelatih tidak terlalu relevan. Unai Emery merupakan pelatih hebat tetapi rekrutmen tim membuatnya kesulitan. Jika Anda bisa memperbaiki itu, barulah pelatih punya kesempatan,” tandasnya.

Adapun, Arteta sendiri sekarang masih berjuang untuk pulih dari wabah Virus Corona yang sedang menjangkitnya sejak sepekan lalu. Kompetisi premier League juga sedang ditangguhkan untuk sementara waktu.

Emre Can Ungkap Alasan Tolak Manchester United.

Gelandang Jerman, Emre Can ternyata memang mendapat kesempatan untuk bergabung dengan Manchester United pada musim panas kemarin. Kesempatan itu lantas diabaikan begitu saja, kenapa ?

Masa depan sang pemain memang ramai diperbincangkan pada bursa transfer musim dingin Januari kemarin. Sosok berusia 26 tahun tersebut diisukan bakal hengkang dari Turin, setelah pelatih Juventus, Maurizio Sarri jarang memberinya kesempatan bermain.

Saat itu, Emre Can dikaitkan dengan sejumlah raksasa Eropa, termasuk diantaranya Manchester United. Terlepas benar atau tidaknya ketertarikan Setan Merah terhadap sang pemain, yang jelas dia akhirnya bergabung dengan klub Jerman, Borussia Dortmund.

Nah, baru-baru ini dalam wawancara singkat bersama Sky Jerman, Emre Can membenarkan bahwa dia juga mendapat tawaran dari Manchester United.

Akan tetapi, sang pemain tak sedikitpun memikirkan tawaran tersebut. Alasannya sederhana, karena dia merasa punya ikatan batin dengan Liverpool.

“Saya punya tiga tawaran dari Liga Inggris, termasuk dari Manchester United. Tapi saya tidak memikirkannya sedetik pun karena ikatan masa lalu saya dengan Liverpool,” ujar Emre Can kepada Sky Jerman.

Sebagai informasi, sebelum bergabung dengan Juventus pada musim panas tahun 2018 lalu, Emre Can memang bermain bagi Liverpool. Dia bergabung dengan Klub Marseyside sejak musim panas tahun 2014.

Sedangkan, seperti diketahui Liverpool dan Manchester United adalah dua tim yang terlibat rivalitas sengit sejak lama. Tak heran jika Emre Can menolak tawaran Setan Merah karena tak ingin menyakiti hati para fans Liverpool .

Manchester United melirik Can pada bursa transfer Januari lalu karena memang butuh gelandang baru. Paul Pogba terus bermasalah dengan cedera sehingga lebih banyak absen. Kebetulan Can juga bisa bermain sebagai bek tengah.

Di satu sisi, Setan Merah juga membutuhkan seorang bek tengah untuk menemani Harry Maguire.

Dia memilih hengkang dari Juventus lantaran tak masuk dalam rencana manajer anyar, Maurizio Sarri. Bahkan, mantan pelatih Chelsea itu tidak menyertakan nama Can dalam skuat Liga Champions Eropa.

Bisa dikatakan, Can kalah bersaing dengan pemain seperti Miralem Pjanic, Sami Khedira, Rodrigo Bentancur dan lainnya.

Ini Ternyata Sosok yang Jadi Inspirasi Erling Haaland

Bomber andalan Borussia Dortmund, Erling Haaland mengungkapkan sosok yang selama ini menjadi inspirasinya dalam berkarir, dan sosok tersebut adalah Zlatan Ibrahimovic.

Memang harus diakui, Zlatan Ibrahimovic adalah seorang petualang sejati dalam dunia sepakbola. Dia pernah membela klub-klub top Belanda, Italia, Inggris, Spanyol, Prancis sampai Amerika Serikat.

Karirnya bermula dengan Malmo FF, kemudian dia dibeli Ajax Amsterdam. Setelah meninggalkan Belanda, Ibra dibeli Juventus, sempat membela AC Milan dan Inter Milan.

Sempat juga, yang bersangkutan membela Paris Saint-Germain, Manchester United dan LA Galaxy. Kini, Ibra masih aktif bermain meski sudah berusia 38 tahun, dimana dia membela AC Milan.

Dengan melihat apa yang telah diraihnya sepanjang karir dan statsitiknya, tidak bisa dipungkiri bahwa Ibra adalah salah satu striker terbaik dunia. Tak heran jika sosok asal Swedia itu jadi inspirasi bagi sejumlah pemain.

Salah satunya oleh Erling Braut Haaland. Pemain andalan Borussia Dortmund tersebut mengaku sangat mengagumi sosok Ibrahimovic. Bahkan, yang bersangkutan bertekad mengikuti jejak karir Ibra.

“Saya suka mentalitasnya dan bagaimana ia melihat hal-hal yang berbeda. Saya pikir saya selalu memiliki kepercayaan diri itu juga. Itulah saya,”

“Saya juga suka bagaimana ia bergerak dari satu klub ke klub lain, di negara lain – yang tidak mudah. Tetapi ia selalu masuk dan hanya membobol gawang, dari detik pertama. Saya suka melihat itu. “kata Haaland kepada FourFourTwo.

Banyak yang beranggapan bahwa Erling Haaland memiliki kemiripan dengan Zlatan Ibrahimovic, namun yang bersangkutan merasa punya gaya bermain berbeda.

“Kami berdua striker dan kami tinggi. Tetapi kami memiliki permainan yang berbeda. Sulit untuk membandingkan kami. Saya adalah saya,” pungkas Haaland.

Erling Haaland sendiri bersinar bersama dengan klub Austria, RB Salzburg. Performa gemilangnya tersebut lantas memnbuat yang bersangkutan diminati sejumlah raksasa Eropa. Tapi pada akhirnya Haaland memilih bergabung dengan Borussia Dortmund.

Bersama raksasa Bundesliga Jerman tersebut, Haaland tampil cemerlang. Sejauh ini, dia sudah mengemas 12 gol dari 9 penampilan di semua ajang. Tampaknya, sang pemain akan jadi incaran sejumlah raksasa Eropa pada musim panas mendatang.