Jika Tinggalkan Barca, Lionel Messi Bisa Gabung Liverpool

Salah seorang Agen Transfer asal Prancis, Francis Nkwain mengungkapkan sebuah klaim yang cukup mengejutkan. Adalah mega bintang Argentina, Lionel Messi yang menurutnya menginginkan satu tantangan terakhir sebelum gantung sepatu nanti. Tantangan terakhir itu adalah bergabung dengan Liverpool.

Kurang lebih 16 tahun sudah berlalu sejak debutnya di tim utama Barcelona. Selama periode tersebut, Lionel Messi sudah mempersembahkan banyak sekali gelar juara untuk raksasa Catalan. 10 trofi La Liga dan 4 titel Liga Champions Eropa termasuk diantaranya.

Kontribusi Messi selama 16 tahun terakhir juga begitu besar. Sekarang, usianya memang sudah cukup tua, 32 tahun. Namun ia tak menunjukkan tanda-tanda penurunan performa. Namun ada satu tanda tanya besar terkait sisa karirnya. Apakah pemain berjuluk La Pulga tersebut akan pensiun di Barcelona atau tidak.

Beberapa waktu lalu, Messi sempat berbicara tentang masa depannya di Barcelona. Dalam pernyataannya tersebut, La Pulga mengaku sempat ingin meninggalkan Spanyol. Niat tersebut tak lain karena perlakuan otoritas pajak Spanyol terhadapnya.

Tapi, sekarang situasinya bisa diaktakan sudah jauh lebih baik. Messi masih memiliki sisa kontrak di Barcelona sampai tahun 2021, dan tak pernah mengisyaratkan rencana hengkang dari Camp Nou.

Tapi, seorang pengamat sepakbola ternama, Graham Hunter sempat mengklaim bahwa Messi akan meninggalkan Barcelona. Alasannya karena klub Catalan tak kunjung mampu bersaing di Liga Championns Eropa.

Plus adanya masalah terkait sulitnya klub itu melakukan regenerasi pemain. Dari situlah, akhirnya Liverpool disebut bisa menjadi destinasi karir Messi berikutnya. Klaim tersebut diungkapkan oleh seorang agen transfer asal Prancis, Francis Nkwain. Menurutnya, Liverpool akan jadi satu tantangan terakhir Messi sebelum gantung sepatu.

“saya rasa sekarang ini Liverpool telah mencapai titik manis yang hanya bisa mereka tambahkan. Mereka adalah tim di mana, jika Messi akan pindah untuk satu tantangan terakhir di liga yang kompetitif, Liverpool adalah klub itu,” katanya seperti dilansir Daily Star.

Lionel Messi sejatinya sudah melihat sendiri kehebatan Liverpool, tepatnya saat Barcelona disingkirkan wakil Premier League tersebut dari ajang Liga Champions Eropa musim kemarin.

Hazard Ternyata Tak Bahagia Ditangani Conte dan Sarri

Winger Internasional Belgia, Eden Hazard pernah bekerja sama dengan dua manajer Italia saat masih berkostum Chelsea, mereka adalah Antonio Conte dan Maurizio Sarri. Meski tampil gemilang dan memenangkan gelar juara, ternyata Hazard mengaku tidak bahagia bekerja dibawah arahan Sarri dan Conte. Dia menilai pelatih asal Italia terlalu kaku soal taktik.

Adapun, Eden Hazard sendiri sudah menjadi bagian dari Chelsea sejak tahun 2012 silam. Ia kemudian berkembang menjadi salah satu pemain yang mengesankan berkat kecepatan, kreativitas, dan aksi olah bolanya yang brilian. Bersama dengan raksasa Premier League, Hazard sudah memenangkan sejumlah gelar juara, termasuk dua gelar Liga Primer Inggris.

Nah, salah satu dari dua gelar Premier League tersebut diraih saat era Antonio Conte. Sayang, mantan pelatih Juventus tersebut tak bisa mengulang prestasi itu di musim keduanya di Inggris. Yang bersangkutan kemudian mendapat sorotan atas keangkuhannya memilih taktik. Conte lantas didepak dari kursi pelatih dan digantikan Maurizio Sarri.

Nahasnya, kritik serupa juga dilayangkan publik kepada Maurizio Sarri. Alhasil meski berhasil membawa Chelsea jadi juara Liga Europa, dan setelah menyudahi musim pertamanya, Sarri memutuskan kembali ke Italia dengan menangani Juventus. Nah, Eden Hazard mengaku di masa pemerintahan Antonio Conte dan Maurizio Sarri, kebahagiannya dalam bermain sedikit terkikis.

Hazard ternyata tidak bahagia dengan taktik kaku yang diterapkan kedua manajer asal Italia itu. Tapi sekarang dia bisa tersenyum lebar, karena di Real Madrid dibawah arahan Zidane, Hazard bisa memainkan identitasnya.

“Dalam latihan, kami selalu menggunakan bola … ada gerakan dan pertandingan mini. Ketika Anda bertemu pelatih Italia seperti yang saya lakukan.Anda kurang bahagia. Mereka lebih kaku dan berulang. Anda menemukan kesenangan dalam kemenangan. Saya menghabiskan tiga tahun dengan pelatih Italia sehingga menemukan kembali kesenangan ini lagi membuat saya bahagia,” ungkapnya kepada Sport Magazine.

Hazard ditebus Real Madrid pada bursa transfer musim panas kemarin seharga 100 Juta Euro dari Chelsea. Diharapkan mampu membawa klub arahan Zinedine Zidane itu kembali menampilkan performa terbaik, faktanya Hazard lebih sering absen karena cedera.