Casemiro Masih Berharap Neymar Gabung Real Madrid

Neymar sejak lama dikaitkan dengan sejumlah raksasa Eropa, termasuk diantaranya Real Madrid dan Barcelona. Meski begitu sampai sekarang dia tetap bertahan di Paris Saint-Germain. Menariknya, gelandang Casemiro masih menyimpan harapan agar koleganya itu bergabung ke Madrid.

Dalam dua bursa transfer musim panas terakhir , masa depan Neymar selalu jadi perbincangan media-media Eropa. Terutama pada bursa transfer musim panas kemarin, dimana mega bintang Brazil tersebut secara terbuka mengungkapkan niatnya untuk hengkang dari Paris Saint-germain.

Neymar Lantas dihubung-hubungkan dengan mantan klubnya, Barcelona. Sang pemain juga mengaku ingin kembali ke Camp Nou. Sayang, sang mantan tidak bisa mewujudkan keinginan bintang Brazil lantaran banderol yang dipasang PSG sangat besar.

Sosok berusia 28 tahun itu lantas dikaitkan dengan Real Madrid, hanya saja pada akhirnya dia tetap bertahan di Paris Saint-Germain sampai saat ini.

Bicara soal masa lalu, Neymar mungkin merupakan salah satu penyesalan terbesar presiden Madrid, Florentino Perez. Beberapa tahun lalu, Madrid kalah gesit dari Barca untuk mendatangkan Neymar dari Santos.

Namun demikian, gelandang Casemiro sama sekali tidak kecil hati dengan harapannya Neymar bergabung ke Santiago Bernabeu suatu saat nanti. Pemain Brazil ini mengaku sering berhubungan dengan rekannya di Tim Nasional tersebut.

“Saya ingin Neymar datang ke Real Madrid, saya bicara dengannya hampir setiap hari. Dia pemain hebat,” tutur Casemiro kepada Marca.

Casemiro sendiri merupakan salah satu pemain andalan Real Madrid selama beberapa tahun terakhir ini. Sang pemain pun membantah anggapan bahwa dia adalah pemain kesukaan Zidane, tapi ini merupakan hasil kerja keras dan kerendahan hatinya.

“Ini merupakan campuran semuanya: Kerja keras, talenta, kerendahan hati, dan saya kira yang paling penting adalah kerja keras. Ketika Anda bekerja keras Anda akan mendapatkan hasil yang sepadan, dan kerja keras adalah kekuatan saya. Saya kira kami semua penting. Beberapa bermain lebih banyak dari yang lain tapi semua penting,” Kata Casemiro kepada reporter.

Neymar sendiri saat ini masih terikat kontrak dengan Paris Saint-Germain sampai tahun 2022 mendatang.

Raheem Sterling Berpeluang Comeback Lawan Real Madrid

Manchester City mendapati kabar gembira terkait dengan kondisi salah satu pemain andalan mereka, Raheem Sterling. Pemain Inggris itu berangsur-angsur pulih sehingga berpotensi tampil di pertandingan Liga Champions melawan Real Madrid.

Sebagai informasi, Raheem Sterling memang mengalami cedera baru-baru ini. Otot hamstringnya mengalami masalah saat timnya berhadapan dengan Tottenham di ajang Premier League. Alhasil, eks Liverpool harus menepi selama beberapa pekan.

Tentu saja, bagi Manchester City absensi sang pemain adalah berita buruk. Pasalnya di akhir bulan ini, mereka harus menghadapi Real Madrid di babak 16 besar Liga Champions. Cedera Sterling diprediksi cukup parah sehingga perlu waktu lebih lama untuk pulih.

Akan tetapi, sebagaimana laporan yang diturunkan The Mirror, sejatinya ada peluang bagi Sterling untuk tampil dalam laga tersebut. Sang winger diberitakan berpotensi comeback di pertandingan leg pertama babak 16 besar Liga Champions Eropa tersebut.

Laporan yang sama menyebutkan bahwa hasil pemeriksaan medis Sterling telah keluar. Ia divonis tidak mendapatkan cedera yang terlalu serius. Sosok berusia 26 tahun ini mengalami cedera hamstring kategori satu, sehingga tidak dibutuhkan waktu lama untuk pulih.

Sterling seharusnya sudah pulih dalam jangka waktu tiga minggu setelah mendapatkan cedera. Jadi sang winger diprediksi bisa fit saat menghadapi Real Madrid nanti. Peluang Sterling untuk comeback di laga melawan Real Madrid itu semakin besar jika melihat proses pemulihan cedera yang ia alami.

Penggawa tim nasional Inggris itu diberitakan melalui proses pemulihan yang singkat, bahkan sudah pulih setelah seminggu mengalami cedera. Walau demikian, pihak klub akan tetap memantau perkembangan sang winger sebelum memutuskan memainkannya atau tidak melawan Real Madrid.

Sebagai informasi, Manchester City dijadwalkan bertandang terlebih dahulu ke markas Real Madrid pada tanggal 26 Februari 2020 mendatang. Tiga minggu berselang, barulah pasukan Pep Guardiola yang akan menjamu raksasa La Liga Spanyol tersebut.

Manchester City tentu akan berusaha memenangkan pertandingan tersebut dan meraih tiket ke babak perempat final. Pasalnya, mereka hampir pasti sudah kehilangan gelar Premier League setelah tertinggal 22 poin dari Liverpool.

Jika Tinggalkan Barca, Lionel Messi Bisa Gabung Liverpool

Salah seorang Agen Transfer asal Prancis, Francis Nkwain mengungkapkan sebuah klaim yang cukup mengejutkan. Adalah mega bintang Argentina, Lionel Messi yang menurutnya menginginkan satu tantangan terakhir sebelum gantung sepatu nanti. Tantangan terakhir itu adalah bergabung dengan Liverpool.

Kurang lebih 16 tahun sudah berlalu sejak debutnya di tim utama Barcelona. Selama periode tersebut, Lionel Messi sudah mempersembahkan banyak sekali gelar juara untuk raksasa Catalan. 10 trofi La Liga dan 4 titel Liga Champions Eropa termasuk diantaranya.

Kontribusi Messi selama 16 tahun terakhir juga begitu besar. Sekarang, usianya memang sudah cukup tua, 32 tahun. Namun ia tak menunjukkan tanda-tanda penurunan performa. Namun ada satu tanda tanya besar terkait sisa karirnya. Apakah pemain berjuluk La Pulga tersebut akan pensiun di Barcelona atau tidak.

Beberapa waktu lalu, Messi sempat berbicara tentang masa depannya di Barcelona. Dalam pernyataannya tersebut, La Pulga mengaku sempat ingin meninggalkan Spanyol. Niat tersebut tak lain karena perlakuan otoritas pajak Spanyol terhadapnya.

Tapi, sekarang situasinya bisa diaktakan sudah jauh lebih baik. Messi masih memiliki sisa kontrak di Barcelona sampai tahun 2021, dan tak pernah mengisyaratkan rencana hengkang dari Camp Nou.

Tapi, seorang pengamat sepakbola ternama, Graham Hunter sempat mengklaim bahwa Messi akan meninggalkan Barcelona. Alasannya karena klub Catalan tak kunjung mampu bersaing di Liga Championns Eropa.

Plus adanya masalah terkait sulitnya klub itu melakukan regenerasi pemain. Dari situlah, akhirnya Liverpool disebut bisa menjadi destinasi karir Messi berikutnya. Klaim tersebut diungkapkan oleh seorang agen transfer asal Prancis, Francis Nkwain. Menurutnya, Liverpool akan jadi satu tantangan terakhir Messi sebelum gantung sepatu.

“saya rasa sekarang ini Liverpool telah mencapai titik manis yang hanya bisa mereka tambahkan. Mereka adalah tim di mana, jika Messi akan pindah untuk satu tantangan terakhir di liga yang kompetitif, Liverpool adalah klub itu,” katanya seperti dilansir Daily Star.

Lionel Messi sejatinya sudah melihat sendiri kehebatan Liverpool, tepatnya saat Barcelona disingkirkan wakil Premier League tersebut dari ajang Liga Champions Eropa musim kemarin.

Hazard Ternyata Tak Bahagia Ditangani Conte dan Sarri

Winger Internasional Belgia, Eden Hazard pernah bekerja sama dengan dua manajer Italia saat masih berkostum Chelsea, mereka adalah Antonio Conte dan Maurizio Sarri. Meski tampil gemilang dan memenangkan gelar juara, ternyata Hazard mengaku tidak bahagia bekerja dibawah arahan Sarri dan Conte. Dia menilai pelatih asal Italia terlalu kaku soal taktik.

Adapun, Eden Hazard sendiri sudah menjadi bagian dari Chelsea sejak tahun 2012 silam. Ia kemudian berkembang menjadi salah satu pemain yang mengesankan berkat kecepatan, kreativitas, dan aksi olah bolanya yang brilian. Bersama dengan raksasa Premier League, Hazard sudah memenangkan sejumlah gelar juara, termasuk dua gelar Liga Primer Inggris.

Nah, salah satu dari dua gelar Premier League tersebut diraih saat era Antonio Conte. Sayang, mantan pelatih Juventus tersebut tak bisa mengulang prestasi itu di musim keduanya di Inggris. Yang bersangkutan kemudian mendapat sorotan atas keangkuhannya memilih taktik. Conte lantas didepak dari kursi pelatih dan digantikan Maurizio Sarri.

Nahasnya, kritik serupa juga dilayangkan publik kepada Maurizio Sarri. Alhasil meski berhasil membawa Chelsea jadi juara Liga Europa, dan setelah menyudahi musim pertamanya, Sarri memutuskan kembali ke Italia dengan menangani Juventus. Nah, Eden Hazard mengaku di masa pemerintahan Antonio Conte dan Maurizio Sarri, kebahagiannya dalam bermain sedikit terkikis.

Hazard ternyata tidak bahagia dengan taktik kaku yang diterapkan kedua manajer asal Italia itu. Tapi sekarang dia bisa tersenyum lebar, karena di Real Madrid dibawah arahan Zidane, Hazard bisa memainkan identitasnya.

“Dalam latihan, kami selalu menggunakan bola … ada gerakan dan pertandingan mini. Ketika Anda bertemu pelatih Italia seperti yang saya lakukan.Anda kurang bahagia. Mereka lebih kaku dan berulang. Anda menemukan kesenangan dalam kemenangan. Saya menghabiskan tiga tahun dengan pelatih Italia sehingga menemukan kembali kesenangan ini lagi membuat saya bahagia,” ungkapnya kepada Sport Magazine.

Hazard ditebus Real Madrid pada bursa transfer musim panas kemarin seharga 100 Juta Euro dari Chelsea. Diharapkan mampu membawa klub arahan Zinedine Zidane itu kembali menampilkan performa terbaik, faktanya Hazard lebih sering absen karena cedera.

Mario Mandzukic Akhirnya Resmi Gabung Klub Qatar

Masa depan striker veteran Kroasia, Mario Mandzukic akhirnya jelas terjawab. Setelah belakangan sempat dikaitkan dengan sejumlah klub seperti Manchester United , eks penggawa Bayern Munchen ini akhirnya mantap hijrah ke Asia, dengan merapat ke klub Qatar, Al Duhail.

Mario Mandzukic, 33 tahun, bergabung dengan Juventus sejak bursa transfer musim panas tahun 2015 silam. Sejak saat itu, yang bersangkutan sudah jadi andalan Bianconneri, bahkan turut membantu klub mempertahankan trofi Scudetto dan juga melangkah ke Final Liga Champions Eropa.

Akan tetapi, situasinya berubah seiring kehadiran manajer anyar Maurizio Sarri. Eks Atletico Madrid ini jarang diturunkan, bahkan dia tak masuk dalam skuat Liga Champions Eropa Juventus yang ditentukan mantan pelatih Napoli itu. Alhasil, sejak musim panas kemarin masa depannya di Juve sudah jadi tanda tanya.

Banyak yang mengaitkan Mandzukic dengan klub-klub top eropa seperti Manchester United, Everton sampai Chelsea. Akan tetapi pada akhirnya yang bersangkutan memilih hijrah ke Qatar, bergabung dengan Al Duhail. Adapun, Al-Duhail sendiri mengumumkan perekrutan sang striker pada hari Selasa (24/12/2019) waktu setempat.

“Manajemen tim berhasil hari ini dalam mengontrak striker Kroasia Mario Mandzukic dari Juventus dalam kesepakatan transfer bebas setelah berakhirnya kontraknya dengan tim Italia,” demikian keterangan dari Al-Duhail.

Sebenarnya, Mandzukic dilaporkan sudah berada di Qatar sejak beberapa hari yang lalu. Akan tetapi sempat ada laporan bahwa pemain berusia 33 tahun itu batal memperkuat klub tersebut. Menurut laporan yang terdengar, proses negosiasi antara kedua tim sempat macet, bahkan diyakini sang striker sempat balik ke Italia.

Lalu, Al Duhail diyakini akhirnya luluh dan menawarkan uang sebesar 5 Juta Euro kepada Juventus sebagai penebusan sang pemain. Pada akhirnya Juventus pun sepakat untuk melepas mantan pemain Bayern Munchen itu ke Al Duhail.

Mario Mandzukic sendiri gabung Juventus sejak tahun 2015, selama membela juara bertahan Serie A italia tersebut, pemain Kroasia ini sudah mencatatkan 44 gol dari total 162 penampilan yang ditorehkannya. Dia membantu Juve dalam memenangkan empat titel Scudetto, dan sekali melangkah ke final Liga Champions Eropa.

Toni Kroos Sangat Waspadai Liverpool di Final UCL Bersama Sbobet Agenbola8

Toni Kroos Sangat Waspadai Liverpool di Final UCL Bersama Sbobet Agenbola8

Gelandang andalan Real Madrid, Toni Kroos meminta timnya untuk tidak meremehkan calon lawan di Final Liga Champions Eropa akhir pekan ini, Liverpool. Menurut pemain Timnas Jerman, Liverpool memiliki para pemain hebat yang selalu berusaha tampil maksimal di tiap pertandingan Liga Champions Eropa.

Sebagaimana diketahui, Real Madrid berada di ambang rekor Juara Liga Champions Eropa tiga kali secara beruntun, dengan keberhasilan mereka melangkah ke Final Liga Champions Eropa musim ini. Pada partai final di Kiev 27 Mei mendatang, skuat arahan Zinedine Zidane akan berhadapan dengan Liverpool.

Tentu saja di atas Kertas Real madrid lebih diunggulkan menang pada partai final nanti di togel online, mengingat mereka adalah juara bertahan kompetisi tahunan ini dan sebelumnya mereka juga berhasil mengalahkan tim-tim favorit juara seperti Paris Saint-Germain di babak 16 besar, kemudian ada Juventus di abak perempat final dan terakhir Bayern Munchen pada babak semifinal.

Sementara itu, Liverpool akan menjalani partai final pertama mereka sejak terakhir di tahun 2007 silam. mereka juga berhasil menyingkirkan FC porto, Manchester City dan AS roma dalam perjalanan menuju babak final. Dengan kurang matangnya mental Tim Marseyside, mereka tidak diunggulkan menang pada final di Ukraiana nanti.

Akan tetapi, Gelandang Toni Kroos punya pandangan yang berbeda, dimana pemain Jerman percaya bahwa Liverpool adalah tim yang pantas melangkah ke final Liga Champions Eropa musim ini dan Real Madrid harus benar-benar mewaspadai ancaman yang bisa dihadirkan Tim Marseyside.

“Ketika kami bermain melawan timnya, selalu sulit. Di Bayern, kami selalu punya banyak masalah ketika menghadapi Dortmund, Kami yakin akan menghadapi Liverpool yang agresif, punya lini depan cekatan, tapi kami bisa menghentikan mereka. Akan sulit, itulah yang saya prediksi untuk laga final.”

“Timnya selalu agresif, mereka akan menghadirkan banyak tekanan selama 90 menit. Mereka sangat termotivasi. Saya meyakini akan menjadi laga yang sulit tapi kami tetap punya kesempatan untuk menang. Mereka akan menjadi 11 binatang, semuanya. Kami mungkin lebih baik kala menguasai bola, tapi mereka akan menghadirkan tekanan selama 90 menit dan akan pada tahap 100 persen atau bahkan lebih,” ungkap Kroos kepada SBOBET.

Dejan Lovren Yakin Dapat Dukungan Warga Kroasia di Final UCL

Dejan Lovren Yakin Dapat Dukungan Warga Kroasia di Final UCL

Bek Liverpool Dejan Lovren menyambut optimis pertandingan final Liga Champions Eropa melawan Real Madrid di Ukraina pada 27 Mei mendatang. Dia percaya bakal mendapatkan dukungan penuh dari warga Kroasia yang bermukim dekat dengan tempat berlangsungnya final nanti.

Dejan Lovren Yakin Dapat Dukungan Warga Kroasia di Final UCL

Sebagaimana diketahui, Liverpool memang telah mengamankan tiket ke babak final Liga champions Eropa musim ini setelah mengeliminasi AS Roma dari babak semifinal. Sebelumnya, tim arahan Jurgen Klopp tersebut berhasil menyingkirkan Manchester City dan FC Porto dalam usahanya melangkah ke puncak kompetisi.

Pada pertandingan final nanti, Liverpool akan berhadapan dengan Real Madrid yang dalam dua musim sebelumnya secara beruntun telah berhasil menjuarai kompetisi tahunan tahunan tersebut. Namun tentu saja Liverpool tidak akan kehilangan optimisme untuk bisa menyaingi Real Madrid.

Bek Dejan Lovren misalnya, pemain Kroasia ini mennyambut optimis peluang Liverpool untuk bisa memenangkan pertandingan tersebut. Selain itu, defender yang selalu jadi andalan Jurgen Klopp sejak awal musim ini tersebut juga yakin akan mendapat dukungan penuh dari warga kroasia, mengingat laga nanti akan berlangsung dekat dari kampung halamannya.

“Saya sudah berkomunikasi dengan rekan Kroasia saya yakni Luka Modric dan Mateo Kovacic, yang bermain untuk Real Madrid, Ini adalah pencapaian yang cukup mengesankan untuk negara kecil yang memiliki populasi tidak lebih dari empat juta, bahwa setiap tahunnya kami memiliki pemain internasional Kroasia yang memainkan partai final. Ini bagus untuk kami dan juga negara kami.”

“Saya yakin seluruh negara akan menonton final nanti. Saya akan bilang bahwa orang-orang [Kroasia] akan berada di sisi saya karena saya belum pernah menang sebelumnya, selagi kedua pemain itu meraih kesuksesan dalam beberapa waktu terakhir! Kroasia bangga pada kami dan pada akhirnya kita akan melihat siapa yang bakal keluar sebagai pemenang.” Demikian kata Lovren kepada majalah resmi Liverpool.

Dibenci Fans Chelsea, Mourinho tak Bisa Berbuat Apapun

Dibenci Fans Chelsea, Mourinho tak Bisa Berbuat Apapun

Juru taktik Manchester United, Jose Mourinho, angkat bicara perihal fakta bahwa sekarang dirinya menjadi sosok yang sangat dibenci oleh para fans Chelsea, semenjak resmi menukangi Manchester United. Menurut Mourinho, dia tidak bisa berbuat apapun terkait fakta tersebut.

Dibenci Fans Chelsea, Mourinho tak Bisa Berbuat Apapun

Sebagaimana diketahui, Jose Mourinho sebelumnya memang dipuja dan dipuji fans Chelsea, mengingat pelatih asal Portugal telah menghabiskan dua periode yang berbeda sebagai juru taktik klub London tersebut. Dalam dua periode itu, Mourinho menghadirkan sejumlah gelar juara, termasuk tiga trofi Liga Primer Inggris.

Namun sayangnya, nyanyian pujian langsung berubah menjadi umpatan kebencian tatkala mantan pelatih Real Madrid ini memilih untuk menangani Manchester United sejak musim panas tahun 2016 kemarin. Ya, Sejak saat itu Mourinho langsung jadi sasaran kebencian para fans Chelsea, terutama saat timya bertandang ke Stamford Bridge.

Nah, Manchester United sendiri akan kembali berhadapan dengan Chelsea pada partai final Piala FA akhir pekan ini. Mengenai kebencian dari para fans Chelsea, Mourinho sendiri mengaku tak bisa berbuat apapun, namun di satu sisi dia juga tidak akan berbalik membenci mereka.

“Jika mereka membenci saya, jika mereka tidak menghormati saya, maka saya tidak bisa mengendalikannya, Tidak akan ada hal yang negatif dari saya tentang mereka. Tidak akan ada satu kata pun. Satu-satunya hal yang saya katakan dalam kaitan dengan Chelsea adalah sejak hari pertama saya pada 2004 hingga hari terakhir–ketika saya dipecat beberapa tahun lalu–mereka bersama saya tanpa syarat.”

“Mereka mendukung saya setiap hari, mereka sangat mendukung saya. Bahkan, ketika saya dipecat pada 2007, saya tidak akan pernah lupa karena mereka melakukan apa yang dilakukan suporter hebay dan mereka mendukung saya tanpa syarat.” ujar Mourinho dalam sebuah konferensi pers jelang pertandingan.

Diego Simeone Berharap Griezmann Bahagia di Atletico Madrid

Diego Simeone Berharap Griezmann Bahagia di Atletico Madrid

Pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone berharap agar penyerang Prancis, Antoine Griezmann bahagia di Vicente Calderon setelah berhasil mencetak dua gol dalam pertandingan final Liga Europa yang membawa Atleitco Madrid keluar sebagai juara kompetisi.

Diego Simeone Berharap Griezmann Bahagia di Atletico Madrid

Sebagaimana diketahui, Atletico Madrid berhadapan dengan Olympique Marseille pada partai final Liga Europa , kamis dinihari WIB (17/05) waktu setempat. Dalam pertandingan tersebut, Atletico Madrid berhasil mengemas kemenangan lewat skor telak 3-0, dengan Antoine Griezmann yang jadi pahlawan lewat dua gol yang dicetaknya.

Dengan demikian, Atletico Madrid artinya berhasil meraih gelar juara di musim ini, dengan Griezmann yang menjadi aktor utama dibalik keberhasilan tersebut. Fakta ituh diharapkan manajer Diego Simeone membuat pemain Prancis bahagia di Wanda Metropolitano serta mengurungkan niatnya untuk meninggalkan klub pada bursa transfer musim panas nanti.

“Griezmann mengonfirmasi apa yang sudah saya tahu, yaitu ia pemain yang sangat bagus, Kami harap ia bahagia dan… bersama kami.” Demikian kata manajer asal Argentina tersebut selepas pertandingan.

Griezmann yang kini telah berusia 28 tahun memang sudah diisukan hengkang sejak bursa transfer musim panas kemarin, dengan Manchester United yang dipercaya jadi tujuan mantan pemain Real Sociedad tersebut. Namun sayangnya, kepindahan sang pemain menuju Old Trafford urung terwujud karena Atletico Madrid meminta Griezmann bertahan menyusul sanksi Embargo Transfer yang dijatuhkan FIFA.

Namun, dengan sanksi tersebut yang dipastikan sudah dibebaskan sepenuhnya dari Atletico Madrid, maka tak ada lagi yang menghalangi kepergian Griezmann pada bursa transfer musim panas mendatang. Dipercaya, pemain Prancis ini akan bergabung dengan salah satu rival Atletico Madrid di La Liga Spanyol, Barcelona.

Fabregas Bertekad Bawa Chelsea Juarai Piala FA

Fabregas Bertekad Bawa Chelsea Juarai Piala FA

Gelandang Tim Nasional Spanyol, Cesc Fabregas, bertekad untuk membawa Chelsea meraih gelar juara Piala FA. Tekad yang sama juga diyakini Fabregas ada dalam benak pemain lain, mengingat klub telah gagal mendapatkan tiket ke ajang Liga Champions Eropa musim depan.

Fabregas Bertekad Bawa Chelsea Juarai Piala FA

Sebagaimana diketahui, Chelsea akan berhadapan dengan Manchester United pada partai final Piala FA musim ini, di Wembley Stadion, Minggu mendatang (20/05) waktu setempat. Tentu saja, pertandingan tersebut akan berlangsung sengit dan kedua tim sama-sama akan berjuang memenangkan gelar juara.

Pasalnya, baik Manchester United maupun Chelsea belum memenangkan trofi apapun musim ini. Namun, Chelsea sepertinya akan lebih termotivasi untuk memenangkan gelar tersebut setelah mereka dipastikan tidak bermain di ajang Liga Champions Eropa musim depan.

Hal tersebutpun diakui oleh geladang Chelsea, Cesc Fabregas, dimana melalui situs resmi klub pemain Timnas Spanyol tersebut mengaku bertekad kuat untuk membawa The Blues menjuarai piala FA di akhir musim nanti.

“Kami ingin menang, Di sepakbola, ketika Anda menang, Anda lah yang terbaik dan ketika Anda kalah, mereka akan meragukanmu, sesederhana itu. Selagi kita membicarakan soal olahraga ini, yang mana saya cintai, sekarang ini adalah soal menang. Orang-orang kemudian lupa apakah Anda melakukannya dengan cara yang bagus, cara beruntung, cara bertahan, sayangnya orang-orang melupakan itu.”

“Kami hanya harus tampil seperti dalam beberapa partai terakhir, tentunya bukan dua laga terakhir, meski di laga kontra Huddersfield [Town] kita sangat tidak beruntung, dan mencoba melakukan apa yang telah kita lakukan.” tegas Fabregas kepada laman resmi klub.

Chelsea dan Manchester United pernah bertemu di Final Piala FA dalam dua kesempatan, pada tahun 1994 dan 2007, kedunya sama-sama memenangkan satu trofi.