Presiden Barca Ikut Komentari Kontroversi VAR dan Real Madrid

Belakangan ini, publik menilai bahwa Real Madrid arahan Zinedine Zidane kerap kali diuntungkan oleh VAR dan keputusan Wasit hingga bisa berdiri kokoh di puncak klasemen sementara. Mengenai hal tersebut, Josep Maria Bartomeu selaku Presiden Barca ikut berkomentar.

Tudingan itu kembali muncul saat Real Madrid berhadapan dengan Athletic Bilbao pada Senin (6/7/2020) kemarin. Sebagai informasi, Real Madrid berhasil meraih kemenangan dengan skor tipis 1-0 dalam laga tersebut.

Satu-satunya gol yang diciptakan tim arahan Zinedine Zidane adalah lewat titik putih penalti. Mereka diberikan hadiah penalti oleh wasit setelag VAR melihat adanya pelanggaran yang dilakukan Dani Garcia pada Sergio Ramos dalam kotak terlarang.

Sang Kapten lantas maju sebagai eksekutor dan berhasil melesatkan bola ke celah kosong tuan rumah, membawa Madrid menang 1-0.

Setelah pertandingan, Iker Muniain tampak tidak terima dengan kekalahan timnya dan menuding bahwa wasit dan VAR terlalu memihak pada tim tamu.

Tudingan itu berkaitan dengan fakta bahwa wasit tidak menggubris kejadian yang menimpa rekan setimnya lewat VAR, di mana Sergio Ramos menginjak kaki Raul Garcia dalam kotak penalti.

Presiden Barcelona, Josep Maria Bartomeu ikut berkomentar tentang hal tersebut. Seolah ikut memperpanas kontroversi ini dengan menyebut bahwa VAR kerap menguntungkan tim yang sama.

“VAR tidak mencapai level yang diinginkan semua orang. Pasca lockdown, ada banyak laga yang belum ditentukan hasilnya dan ada tim yang sama selalu diuntungkan, dan banyak tim tidak beruntung,” ucap Bartomeu kala itu.

Tak hanya Bartomeu, Joseph Vives selaku Juru Bicara Barcelona juga mengatakan hal yang senada.

“Tidak ada yang bisa meragukan peran kepemimpinan Barcelona dalam kaitannya pada penerapan VAR di La Liga, namun belum ada keadilan, satu tim telah diuntungkan,”

“Tidak ada yang meragukan teknologi tersebut, itu absurd, kami terus melindungi VAR, namun penerapan beberapa peraturan harus dibenahi,” tutur Vives dikutip dari Marca.

Saat ini, Barcelona masih berada di peringkat ke-2 pada klasemen sementara. Di posisi tersebut, mereka masih tertinggal empat poin dari Real Madrid.

Timo Werner Ungkap Alasan Keluar dari Skuat Liga Champions

Penyerang muda Jerman, Timo Werner memutuskan keluar dari skuat Liga Champions Eropa RB Leipizig di sisa musim ini. Tentu ini keputusan yang mengejutkan, tapi sang pemain pun coba untuk meredam semua rumor dengan bicara tentang alasan dibaliknya.

Memang, Timo Werner dipastikan bakal menjadi pemain Chelsea musim depan setelah yang bersangkutan dibeli dari RB Leipzig lewat kocek 60 Juta Euro beberapa waktu lalu.

Meski sudah resmi ditebus raksasa Premier League tersebut, faktanya sang pemain baru akan resmi diperkenalkan sebagai pemain Chelsea mulai 1 Juli mendatang.

Dengan begitu, berarti Timo Werner akan melewatkan seluruh pertandingan setelah tanggal 1 Juli bersama klub Bundesliga jerman. Tentu saja termasuk di sisa petualangan RB Leipzig di ajang Liga Champions Eropa.

Karena alasan tersebutlah Werner kemudian mundur dari skuat Liga Champions Eropa RB Leipzig di sisa musim ini.

“Tentu saya saya merasa kecewa tak bisa membantu Leipzig bermain di Liga Champions. Namun, saya adalah pemain Chelsea sejak 1 Juli dan sejak itu saya dibayar oleh Chelsea. Sudah jelas bahwa semua pihak – Chelsea, RB, dan pihak saya – harus dan wajib memutuskan ini.”

“Tentu saja saya mencoba untuk sebisa mungkin menjauh dari masalah Liga Champions karena jelas saya akan menyakiti salah satu pihak. Itulah mengapa agen saya akhirnya menyetujuinya bersama klub-klub tersebut,” ujar Werner kepada Sportbuzzer.

Namun, terlepas dari fakta bahwa dia sudah tidak terlibat lagi dengan RB Leipzig, tapi Timo Werner akan tetap mendukung klub Bundesliga Jerman tersebut di ajang Liga Champions.

“Saya selamanya terhubung dengan Leipzig dan RB, saya akan duduk di depan TV selama perempat final dan tetap optimis, mungkin saya bahkan bisa berada di Lisbon,” tutur Werner.

Meski bergabung sejak Juli besok, Werner tetap tak bisa memperkuat Chelsea di sisa musim ini. Ia baru bisa berseragam The Blues mulai awal musim depan.

Sedangkan RB Leipzig sendiri memang telah memastikan tiket ke babak perempat final Liga Champions Eropa musim depan selepas kemenangan di dua leg melawan Tottenham.

Roy Keane Akui Liverpool Layak Jadi Juara EPL

Hasil imbang melawan Everton membuat perayaan gelar Premier League musim ini jadi tertunda, tapi legenda Manchester United Roy Keane tetap menilai bahwa Liverpool layak jadi juara.

Roy Keane sendiri adalah legenda Manchester united yang sudah gantung sepatu sejak lama, dan sekarang dia bekerja sebagai pandit sepakbola Inggris. Pria asal Skotlandia tersebut dikenal sebagai sosok yang tidak mengerem kata-katanya ketika melayangkan kritik.

Bahkan belum lama ini, Roy Keane mengkritik habis beberapa pemain Manchester United. Yang paling mengenaskan adalah kritik kepada David De Gea. Menurutnya, pemain Spanyol tersebut tampil buruk kala the Red Devils bertemu Tottenham Hotspur kemarin.

Tak sampai disitu, Keane juga mengkritik bek andalan sekaligus kapten Manchester United, Harry Maguire.

Tapi ketika berbicara tentang Liverpool, justru Roy Keane melantunkan kata-kata yang tidak biasanya. Da mengakui bahwa dirinya memiliki respek yang sangat tinggi kepada tim Marseyside tersebut.

Padahal jika melirik ke belakang, Manchester United dan Liverpool dikenal memiliki rivalitas yang cukup kental terutama di pentas Premier League. Kedua tim ini juga sering bersaing dalam perburuan gelar juara, termasuk di era Roy Keane.

Akan tetapi, Keane tidak memandang fakta tersebut bahkan mengakui bahwa Liverpool memang layak jadi juara musim ini.

“Saya bukan anti-Liverpool. Saat saya tumbuh di era 80′-an, Liverpool merupakan tim yang hebat dan saya sangat menghormati sosok seperti Ronnie Whelan dan Ray Houghton.Saya menyaluti Liverpool. Mereka adalah tim yang sangat, sangat bagus.”

“Mereka secara terus-menerus menjuarai liga,” ujar Keane kepada Irish Independent.

Liverpool sendiri butuh dua kemenangan lagi untuk mengunci gelar Premier League musim ini. Mereka sempat berpeluang memangkas nya jadi satu pertandingan saat berhadapan dengan Everton kemarin, sayangnya laga tersebut berakhir imbang 1-1.

“Orang-orang selalu mengaitkan saya dengan United, tapi saya tidak pernah iri terhadap tim yang memenangkan liga. Mereka pantas untuk itu,”

“Mereka telah bermain dengan luar biasa dalam beberapa musim terakhir. Tanda sebuah tim bagus adalah harus jadi konsisten, dan seperti itulah mereka,” tandasnya.

Pengakuan Loris Karius : Jadi Incaran Separuh Klub Inggris

Loris Karius sempat jadi sasaran kritik setelah blunder yang dilakukannya pada partai final Liga Champions Eropa dua musim lalu. Tapi jangan salah, biar begitu penjaga gawang asal Jerman ini sempat jadi rebutan separuh klub Premier League.

Sebelumnya, Loris Karius memang sempat jadi andalan Liverpool di bawah mistar gawang. Namun, dia terdepak permanen sejak laga final Liga Champions Eropa melawan Real madrid. Kiper asal Jerman ini melakukan dua blunder fatal yang membuat Liverpool gagal menjadi juara.

Tapi faktanya sebelum memperkuat Liverpool, Karius sempat bergabung dengan Manchester City. Hanya saja, kiper asal Jerman ini memutuskan pergi sebelum mendapatkan kesempatan bermain dengan tim senior Citizen.

Nah, tepat sebelum bergabung dengan Manchester City, Loris Karius ternyata sempat mendapatkan tawaran dari banyak sekali klub Premier League, bahkan separuhnya.

“Waktu tu saya mendapat tawaran dari beberapa klub, tapi Manchester City membantu saya. Mereka menunjukkan rencana yang jelas, contohnya bagaimana saya bisa masuk di tim senior. Saya pun terkesan,” ujar Karius.

“Siapa tim lain yang tertarik? Saya rasa separuh Premier League. Di Jerman, saya sebenarnya hanya mau Stuttgart karena mereka terkenal dengan tim mudanya. Saya menjalani masa latihan yang menyenangkan di sana,” tutur Karius kepada Transfermarkt.

Akan tetapi, pada akhirnya Karius yang masih berusia 16 tahhun saat itu lebih memilih bergabung dengan Manchester City. Alasannya karena Citizen punya rencana yang jelas dengan para pemain muda mereka.

“Saat itu saya hanya mendengarkan rencana dari Manchester City dan Stuttgart. Saat itu, kedatangan investor baru saja dimulai,”

“Manchester City sebenarnya merupakan klub yang sangat bergantung pada pemain muda mereka sendiri. Banyak pemain yang mampu menembus tim utama, akademi berada di posisi yang bagus, karena itu akhirnya saya memutuskan untuk menerima tawaran mereka,” tandasnya.

Setelah meninggalkan Liverpool, atau lebih tepatnya dijual, nasib Karius semakin tidak jelas. Dia bahkan baru saja memutus kontrak dengan Besiktas karena ada masalah soal pembayaran, dan yang bersangkutan memilih kembali ke Marseille.

Keylor Navas Pantas Dianggap Sebagai Legenda Real Madrid

Legenda Real Madrid, Fernando Morientes melayangkan apresiasi tinggi kepada mantan penjaga gawang Los Blancos, Keylor Navas. Kendati pada akhirnya diabaikan, menurutnya penjaga gawang Kostarika tersebut sangat layak menyandang status sebagai legenda Klub.

Keylor Navas, 33 tahun, memang sempat menjadi andalan Real Madrid, dimana dia bergabung dengan raksasa La Liga Spanyol tersebut sejak musim panas tahun 2014 silam. Usai tampil gemilang di ajang Piala Dunia saat itu, Los Blancos langsung membelinya dari Levante.

Awalnya, Navas memang hanya jadi kiper kedua Real Madrid, setelah Iker Casillas. Namun perlahan, dia berhasil menggeser posisi Casillas dan jadi andalan utama Los Blancos dibawah mistar gawang.

Selama jadi andalan, Navas berhasil memegang peran krusial dalam keberhasilan Real Madrid memenangkan sejumlah gelar juara, termasuk gelar Liga Champions Eropa dan La Liga Spanyol.

Sayangnya, yang bersangkutan seperti diabaikan, klub merekrut Thibaut Courtois dan melepas kiper Kosta Rika itu ke Paris Saint-Germain. Karenanya, Morientes menganggap Navas sangat layak untuk dianggap sebagai legenda Real Madrid.

“Saya rasa dia adalah sosok legenda di Real Madrid,” kata Morientes kepada ESPN.

Menurutnya, Navas adalah pemain yang sangat krusial di momen-momen penting Real Madrid.

“Pemain seperti dia berpartisipasi besar dalam momen-momen hebat Real Madrid. Jadi ia layak diklasifikasikan sebagai legenda klub.” Tandasnya.

Di samping itu, Morientes juga merasa kagum dengan bagaimana perkembangan Keylor Navas di Real madrid, dari yang awalnya hanya menjadi kiper pelapis, kemudian jadi kiper utama dan berhasil memegang kontribusi besar bagi klub.

“Keylor Navas datang ke klub ini sebagai kiper pelapis. Ia menjadi pelapis salah satu kiper terhebat dalam sejarah klub ini, Iker Casillas. Sedikit demi sedikit ia berhasil mendapatkan rasa hormat dari pendukung klub ini. Ia juga berperan besar dalam momen-momen besar klub ini.” ujarnya.

Navas awalnya hanya dipinjamkan ke Paris Saint-Germain pada musim panas tahun 2018 lalu, namun sejak bursa transfer musim panas kemarin, yang bersangkutan resmi ditebus secara permanen oleh klub Prancis tersebut.

Begini Perasaan Timo Werner Soal Isu Masa Depannya.

Belakangan ini, nama Timo Werner kerap menghiasi pemberitaan media-media Inggris terkait ketertarikan Liverpool terhadap pemain muda Jerman tersebut.

Tak bisa dipungkiri, Timo Werner merupakan salah satu pemain yang diprediksi akan jadi sorotan besar di bursa transfer mendatang. Liverpool bukan satu-satunya klub yang berminat, sejumlah raksasa Eropa lainnya juga menginginkan penyerang muda Jerman tersebut.

Wajar saja, sang pemain memang telah membuktikan ketajamannya di Bundesliga Jerman. Bersama dengan RB Leipzig, Werner telah mencetak lebih dari 20 gol dalam empat musim terakhir, bahkan pada kampanye musim ini sudah 24 gol ditorehkannya.

Kabarnya, juara bertahan Bundesliga Jerman, Bayern Munchen juga berminat terhadap sang pemain. Bahkan, dua raksasa Premier League lain seperti Chelsea dan Manchester Unted juga berminat. Kira-kira bagaimana sikap Werner menyadari ketertarikan dari banyak tim papan atas Eropa?

Biasanya, ketika seorang pemain muda dikaitkan dengan tim-tim besar, mereka bisa kehilangan fokus dan berdampak buruk pada level permainan mereka bersama klub saat ini. Akan tetapi, pelatih RB Leipzig Julian Nagelsmann menjamin bahwa sampai saat ini situasinya masih terkontrol.

Menurut pandangannya, Timo Werner menyikapi semua ketertarikan tersebut dengan santai dan tetap tenang.

“Dia berada di suasana hati yang baik. Saya tidak mendapat kesan bahwa dia memikul beban besar. Namun, jelas dia adalah pria muda yang bakal duduk di rumah bersama istrinya dan berpikir apakah sebaiknya bertahan atau pergi.” ungkap Nagelsmann kepada SportBild.

Lebih lanjut, mantan pelatih Hoffenheim ini mengakui bahwa biasanya seorang pemain, terutama Striker akan memperlihatkan performa yang tak konsisten saat masa depannya jadi perbincangan.

Apalagi, Nagelsmann pernah merasakan hal serupa saat masih menangani Hoffenheim dulu.

“Ketika isu transfer mengambang, Anda selalu sedikit tidak fokus. Hal yang sama terjadi pasa saya saat masih melatih Hoffenheim, tentang apakah saya bakal pergi. Situasinya lebih jelas pada striker, sebab ada fase-fase di mana mereka sulit mencetak gol,” tutupnya.

Namun, Timo Werner tampak tak terpengaruh isu yang terdengar, buktinya dia mencetak tiga gol kala RB Leipzig menghajar Mainz 05 dengan lima gol tanpa balas.

Bek Barcelona ini Tak Setuju La Liga Bergulir Lagi 12 Juni

Berbeda dengan Sergio Ramos yang mengaku sudah tidak sabar kembali bermain lagi, bek Barcelona Gerard Pique justru mengaku tak setuju jika La liga Spanyol digulirkan lagi pada tanggal 12 Juni mendatang.

Baru-baru ini, Presiden La Liga Spanyol Javier Tebas membuka peluang kompetisi dimulai kembali tanggal 12 Juni mendatang. Hal tersebut menyusul izin yang dikeluarkan Pemerintah Spanyol kepada klub-klub La Liga untuk menggelar sesi latihan lagi.

Sebelumnya, La Liga Spanyol memang sudah ditunda sejak pertengahan bulan Maret kemarin. Pandemi virus Corona adalah penyebabnya, dan sampai saat ini sudah dua bulan berlalu.

Angka pertambahan kasus baru di Spanyol yang cenderung menurun membuat pemerintah akhirnya mengizinkan klub untuk berlatih lagi. Tapi, Sampai sekarang, belum ada tanggal pasti kapan kompetisi bisa dilanjutkan kembali.

Memang, Javier Tebas telah menyebutkan tanggal 12 Juni, akan tetapi masih perlu persetujuan dari otoritas terkait termasuk pihak tim Medis demi mewujudkan rencana tersebut.

Tebas sendiri, meskipun sudah menyebutkan tanggal, mengaku masih butuh persetujuan dari otoritas medis Spanyol sebelum menggelar La Liga kembali.

Terkait dengan rencana ini, Kapten Real Madrid Sergio Ramos telah mengutarkan dukungannya agar La Liga digelar lagi dalam waktu dekat. Bahkan, Ramos mengaku sudah tidak sabar untuk bermain lagi.

Tapi tidak demikian dengan Gerard Pique, dia menganggap 12 Juni terlalu cepat untuk dijadikan tanggal kick off setelah 2 Bulan Liburan. Masih ada persiapan yang harus dilakukan para pemain setelah tak pernah berlatih dalam waktu yang lama.

“Saya mendengar Javier berbicara soal bermain kembali di tanggal 12… kami melewati banyak waktu tanpa bermain dan harus mengigat bahwa kami butuh persiapan yang cukup untuk menghindari cedera,”

“Jika saya bisa memberikan kontribusi dalam bentuk opini, beberapa hari tambahan tidak akan menyakiti kami semua,” ujarnya kepada Movistar.

Adapun, pihak Barcelona sendiri sebenarnya sudah menggelar latihan lagi, terhitung sejak Jum’at lalu, 8 Mei 2020. Namun, prosedur latihan masih mengikuti aturan social distancing yang berlaku di Spanyol.

Selain itu, para pemain juga melalui tes medis termasuk tes corona sebelum latihan.

Sisa Premier League Musim Ini Bisa Disiarkan Gratis Lewat Youtube

Sungguh sebuah kabar yang menggembirakan bagi para penggemar Liga Primer Inggris. Selain kabar sisa kompetisi musim ini berpeluang dilanjutkan, juga ada kabar yang menyebutkan bahwa 9 laga tersisa akan ditayangkan secara gratis lewat platform Youtube.

Selama beberapa hari terakhir ini, memang ada wacana untuk menggulirkan Premier League lagi. Rencananya, sisa 9 pertandingan akan dilangsungkan secara tertutup, tanpa penonton. Tak hanya itu, Premier League mewacanakan konsep festival sepak bola untuk mengakhiri musim ini.

Mereka berencana menjadikan sepakbola sebagai hiburan di tengah-tengah pandemi yang melumpuhkan sektor ekonomi di berbagai belahan dunia.

Pihak Otoritas Premier League dikabarkan sudah menggelar pertemuan dengan perwakilan 20 Kontestan kompetisi musim ini. Dalam pertemuan tersebut, disepakati bahwa liga harus selesai sebelum 19 Juni 2020 mendatang.

Artinya, Premier League berpeluang digelar selama tujuh pekan, dengan 9 pertandingan tersisa. Menariknya, mereka juga berencana untuk menayangkan sisa pertandingan di Platrform Youtube secara gratis.

Bahkan, pihak Premier League sudah mengadakan pertemuan dengan Youtube mengenai rencana ini. Selain Youtube, BBC juga dikabarkan akan terlibat dalam rencana streaming ini. Amazon menjadi pioner dalam penyediaan layanan streaming sedari awal musim.

Dua media besar Inggris, seperti Sky Sports dan BT Sports adalah pemegang hak siar wilayah lokal. Artinya, publik bisa menyaksikan pertandingan-pertandingan tersebut melalui kedua channel media itu.

Tapi yang sedikit menjadi pro dan kontra adalah rencana untuk menghapuskan degradasi musim ini, dan menambah jumlah kontestan musim 2020/21 mendatang menjadi 23 tim. Hal tersebut tidak disetujui banyak pihak, karena mengurangi nilai drama kompetisi.

“Idenya, semua pertandingan akan tersedia di semua tempat untuk ditonton karena pertandingan dimainkan secara tertutup. Youtube menjadi platform yang jelas untuk menampilkan beberapa pertandingan secara gratis,”

“Sementara, Sky dan BT akan tidak senang jika degradasi dibatalkan. Selalu ada pertempuran hebat melibatkan klub-klub di zona tersebut dan itu merupakan hiburan yang brilian,” lanjut sumber tersebut.

Sayangnya, masih belum ada keputusan terkait tanggal pasti, kapan sisa 9 pertandingan ini akan digulirkan lagi.

Real Madrid Bertekad Duetkan Mbappe dan Haaland

Real Madrid dipercaya sedang menatap serius proyek besar jangka panjang yang sedang menjadi wacana klub saat ini. Salah satu ambisi besar mereka dalam proyek tersebut adalah menduetkan dua bintang muda, Erling Braut Haaland dan Kylian Mbappe.

Huru-hara kabar di media belakangan ini mengklaim bahwa Los Blancos akan melakukan perombakan skuat musim panas nanti. Zinedine Zidane ingin membentuk skuat Real Madrid yang mampu kembali mendominasi semua kompetisi, dan ditentarai pemain muda berkualitas.

Hanya saja, kecil kemungkinan rencana perombakan pemain tersebut akan terwujud. Pasalnya pandemi virus corona memberikan dampak yang besar pada keuangan Real Madrid, alhasil klub mungkin tak bisa menghabiskan uang yang banyak untuk belanja pemain.

Kendati demikian, AS melaporkan bahwa Los Blancos tetap memandang ke depan. Mereka akan membuat sejumlah transfer besar, bukan pada musim panas tahun ini, melainkan pada edisi transfer di tahun 2021 mendatang.

Salah satu rencana besar Real madrid adalah memperbaiki lini depan mereka yang tampak mulai mengendur belakangan ini. Pelatih Zinedine Zidane diberitakan akan menyingkirkan Karim Benzema yang usianya mulai menua.

Di samping itu, klub juga akan melepas dua penyerang yang tak berkontribusi banyak seperti Luka Jovic dan Mariano Diaz. Nah, sebagai gantinya, mereka akan merekrut dua penyerang muda terbaik Eropa saat ini, Kylian Mbappe dan Erling Haaland.

Menurut laporan tersebut, Real Madrid lebih berpeluang untuk mendapatkan Haaland dan Mbappe di tahun 2021 ketimbang tahun ini. Saat itu, Mbappe akan memasuki tahun terakhirnya di Paris Saint-Germain, dimana berarti banderolnya juga menurun drastis.

Sedangkan pada saat yang bersamaan, klausul rilis Haaland sebesar 75 juta Euro sudah mulai aktif sehingga itu bakal jadi saat yang tepat bagi Madrid untuk merekrut sang pemain. Dengan kata lain, mereka bisa menekan angka pengeluaran klub.

Dengan rencana memfokuskan dana transfer mereka di musim panas tahun 2021, Real Madrid dipercaya tak akan begitu aktif pada musim panas ini. Meski demikian, ada beberapa nama pemain yang diyakini bakal masuk daftar jual klub, seperti Luka Modric dan Karim Benzema.

Nasri Kritik Kebijakan Deschamps di Timnas Prancis

Mantan bintang Manchester City, Samir Nasri tak ragu melayangkan kritik kepada pelatih Tim Nasional Prancis, Didier Deschamps. Meski berhasil membawa Les Bleus menjadi juara dunia, menurutnya Deschamps tidak memanggil pemain yang tepat.

Sebagaimana diketahui, Tim Nasional Prancis bermain bagus di ajang Piala dunia 2018 Rusia kemarin. Pada kompetisi tersebut mereka berhasil menyingkirkan tim-tim kuat seperti Argentina, Uruguay dan Belgia sampai akhirnya mengalahkan Kroasia di babak final.

Tentu saja, Samir Nasri senang dengan pencapaian tersebut, akan tetapi menurut eks pemain Arsenal ini, harusnya tim Nasional Prancis bisa bermain jauh lebih baik dari itu.

“Saya senang bahwa Prancis menjuarai Piala Dunia 2018, tapi ada beberapa kekurangan. Deschamps bisa membentuk tiga tim yang bermain di level sangat bagus, dan saya punya hak untuk tidak menyukainya,”

“Dengar, saya punya banyak pemain yang bermain untuk tim nasional. Mereka layak jadi juara dunia, tapi andai Guardiola melatih Prancis, Anda akan menyaksikan betapa indahnya mereka bermain.” tutur Nasri dikutip dari Marca.

Lebih lanjut, Nasri lantas mengkritisi keputusan Deschamps tidak memanggil beberapa nama pemain yang harusnya jadi pertimbangan. Contoh Karim Benzema yang bermain bagus dan konsisten bersama dengan Real Madrid.

Alih-alih memilih Benzema, Deschamps justru memanggil Olivier Giroud yang bahkan tak jadi andalan utama di Chelsea.

Tak hanya Benzema, Nasri juga heran kenapa dia tidak disertakan pada ajang Piala Dunia 2014, kemudian ada Ben Arfa yang tampil bagus bersama Nice malah tidak disertakan pada Piala Euro 2016.

“Saya tidak paham mengapa Benzema tidak bermain di Euro 2016 dan Piala Dunia 2018. Saya tidak paham mengapa saya tidak berpartisipasi di Piala Dunia 2014.”

“Saya juga tidak paham mengapa Hatem Ben Arfa tidak dipilih untuk Euro 2016 setelah menjalani musim luar biasa bersama Nice,” tutupnya.

Untuk Karim Benzema, pencoretannya dari skuat Tim Nasional Prancis tak terlepas dari skandal kasus Video Seks yang melibatkan pemain lain, Mathieu Valbuena. Kendati terbukti tak bersalah, Deschamps tetap tidak memanggil bintang Real Madrid tersebut.