Juventus Resmi Perpanjang Kontrak Blaise Matuidi

Masa depan Gelandang Prancis, Blaise Matuidi dipastikan tetap berada di Juventus, sebagaimana mantan pemain Paris Saint-Germain tersebut telah mendapatkan kontrak anyar dari Bianconneri.

Sebagai informasi, sebelumnya masa depan Blaise Matuidi memang masih teka-teki. Pasalnya, kontrak sang pemain Prancis di Juventus bakal kadaluwarsa sampai musim panas mendatang. Di satu sisi, kesepakatan kontrak anyar tak kunjung tercapai.

Spekulasi kepindahan sang pemain lantas mengemuka. Apalagi, Bianconneri tampak seperti melakukan langkah antisipasi dengan merekrut dua gelandang yang usianya lebih muda, Adrien Rabiot dan Aaron Ramsey.

Namun, kehadiran kedua sosok tersebut tak lantas mampu menggantikan Matuidi. Sang manajer anyar, Maurizio Sarri tampak masih sangat mengandalkan pemain berusia 32 tahun itu di lini tengah. Terbukti, dia sudah tampil sebanyak 31 kali di berbagai kompetisi musim ini.

Alhasil, fakta tersebutpun membuat Juventus harus memperbaharui kontrak gelandang Prancis sebelum statusnya berubah menjadi bebas agen pada musim panas mendatang. Benar saja, baru saja muncul kabar bahwa Juve telah resmi menambah kontrak Matuidi.

Kabar tersebut diketahui dari laporan tengah tahun klub yang rilis baru-baru ini. Dari situ, diketahui bahwa Matuidi telah menandatangani kontrak anyar pada tanggal 14 Februari namun belum diumumkan kepada publik.

Terlepas dari itu, Matuidi sudah hampir pasti bertahan di Turin sampai paling tidak tahun 2021 mendatang. Dan perpanjangan kontrak tersebut membuat Olympique Lyon yang dikabarkan sedang mengejarnya harus gigit jari.

Adapun, kompetisi Serie A Italia musim ini sedang ditangguhkan. Pandemi Virus Corona sedang mewabah hebat di Italia sampai-sampai masyarakat harus menjalani karantina di rumah masing-masing untuk menekan angka penyebaran wabah tersebut.

Beberapa pemain Serie A Italia juga sudah positif terjangkit Virus ini, dan Blaise Matuidi adalah salah satunya. Namun, sang pemain mengaku dalam kondisi yang baik-baik saja.

“Saya positif, saya kuat, moral saya bagus. Kami akan menjadi lebih kuat secara kolektif dari tes ini,” ujar Matuidi saat pertama kali dinyatakan positif terjangkit virus Corona, dikutip dari Instagram miliknya.

Faktanya virus Corona tidak hanya mengganggu Serie A. Kompetisi lain seperti Premier League, La Liga, serta Liga Champions juga harus mengalami penundaan karena penyebaran virus yang terlalu cepat.

Pacar Dybala Ungkap Rasanya Terjangkit Virus Corona

Wabah Virus Corona menimpa bintang Juventus, Paulo Dybala dan kekasihnya Oriana Sabatini. Dalam sebuah wawancara, Pacar Dybala tersebut menceritakan bagaimana rasanya terjangkit virus Corona.

Sebagai informasi, Paulo Dybala dan kekasihnya, Oriana Sabatini memang telah terjangkit Virus Corona atau COVID-19, dan sekarang keduanya sedang menjalani masa isolasi.

Bintang muda Argentina tersebut tercatat sebagai pemain Juventus ketiga yang terjangkit wabah ini. Sebelumnya ada bek Daniele Rugani dan gelandang Blaise Matuidi yang dipastikan terjangkit.

Memang tidak bisa dibantah, fakta bahwa Virus Corona memang sedang menjadi polemik besar di Italia saat ini. Pun juga demikian dengan negara-negara lain di Eropa. Namun Italia tercatat sebagai negara kedua terparah setelah China.

Total sampai saat ini ada lebih dari 70 Ribu kasus Positif COVID-19 yang ditemukan di Negeri Spaghetti tersebut. Tentu saja, mereka yang terjangkit secara otomatis akan menjalani isolasi agar tidak mencemarkan virus ke orang lain.

Hal serupa juga berlaku pada Oriano Sabatini. Kekasih Dybala ini kemudian menceritakan bagaimana kondisinya sekarang bersama dengan pemain Juventus.

“Sekarang kami merasa lebih baik, namun dua atau tiga hari sebelumnya saya merasa cukup buruk. Kami sudah menjalani isolasi selama sembilan hari. Dokter berkata bahwa kami harus melakukan tes swab lagi tanggal 31 Maret,”

“Seiring berjalannya waktu, mereka meminta kami untuk beristirahat dan menentukan beberapa vitamin yang harus kami konsumsi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Sabatini bercerita tentang gejala-gejala yang dia rasakan selama terjangkiti wabah Virus corona ini. Wanita yang diketahui bekerja sebagai Model tersebut lantas membenarkan gejala Corona mirop dengan gejala flu pada umumnya.

Namun, dia tidak merasakan demam seperti kebanyakan orang.

“Rasanya seperti anda merasakan flu akan segera datang, seluruh tubuh anda sakit, anda merasa lelah. Saya tidak merasa demam karena saya selalu mengecek suhu tubuh saya. Saya mendengar paru-paru saya membuat suara yang aneh, lalu Paulo mulai merasa buruk juga. Gejalanya seperti flu, setidaknya begitu di kami,” tutupnya.

Sejauh ini, tokoh sepakbola yang sudah sembuh sepenuhnya dari Virus Corona adalah pelatih Arsenal, Mikel Arteta.

Jika Arsenal Tak Kunjung Berubah, Arteta Bisa Dipecat

Cara bermain Arsenal terlihat mengalami kemajuan dibawah arahan Mikel Arteta. Namun, manajer asal Spanyol itu bisa bernasib sama seperti Unai Emery jika klub tak kunjung meraih hasil positif.

Sebagaimana diketahui, Mikel Arteta memang dipercaya menjadi manajer utama Arsenal menggantikan Unai Emery sejak Akhir Desember lalu. Dibawah arahannya, The Gunners tampak lebih baik.

Tercatat delapan pertandingan dimainkan Klub London Utara tanpa terkalahkan. Mereka juga sudah membaik dari segi pertahanan, kemudian gaya bermain juga sedikit lebih baik dibandingkan sebelumnya. Identitas Arsenal pun nampak jelas sedikit demi sedikit.

Pada intinya, manajer asal Spanyol yang sebelumnya bekerja sebagai assisten Pep Guardiola di Manchester City ini telah membuktikan kapasitasnya. Seolah, Dia mengembalikan daya juang yang sempat hilang dari wajah pemain-pemain Arsenal.

Hal serupa juga dituturkan oleh salah seorang Analisis Premier League, Tony Adams. Dia mengakui bahwa Arteta bekerja dengan sangat bagus di kursi pelatih Arsenal saat ini. Tapi Masalahnya Arteta bekerja dengan skuad warisan, bukan pemain-pemainnya sendiri.

Karenanya, Adams menilai bahwa Arteta harus mendapatkan pemain-pemain yang sesuai keinginannya, dan klub juga harus mendukung hal tersebut.

“Dia sudah bekerja sangat baik. Saa benar-benar menyukai dia dan antusiasmenya. Saya senang kondsinya baik-baik saja dan sudah pulih dari virus itu. 10 tahun terakhir saya sudah bicara soal rekrutmen mereka dan saya kira mereka harus benar-benar bekerja keras.” ujar Adams kepada Sky Sports.

Lebih lanjut menurut Adams, tidak ada gunanya memiliki sosok pelatih top jika memang kebijakan transfer pemain tak mendukung. Setidaknya, hal tersebutlah yang sebelumnya dialami oleh manajer Unai Emery.

Pelatih asal Spanyol tersebut pada akhirnya didepak dari kursi manajer setelah serangkaian hasil mengecewakan di awal musim ini.

“Pelatih tidak terlalu relevan. Unai Emery merupakan pelatih hebat tetapi rekrutmen tim membuatnya kesulitan. Jika Anda bisa memperbaiki itu, barulah pelatih punya kesempatan,” tandasnya.

Adapun, Arteta sendiri sekarang masih berjuang untuk pulih dari wabah Virus Corona yang sedang menjangkitnya sejak sepekan lalu. Kompetisi premier League juga sedang ditangguhkan untuk sementara waktu.

Emre Can Ungkap Alasan Tolak Manchester United.

Gelandang Jerman, Emre Can ternyata memang mendapat kesempatan untuk bergabung dengan Manchester United pada musim panas kemarin. Kesempatan itu lantas diabaikan begitu saja, kenapa ?

Masa depan sang pemain memang ramai diperbincangkan pada bursa transfer musim dingin Januari kemarin. Sosok berusia 26 tahun tersebut diisukan bakal hengkang dari Turin, setelah pelatih Juventus, Maurizio Sarri jarang memberinya kesempatan bermain.

Saat itu, Emre Can dikaitkan dengan sejumlah raksasa Eropa, termasuk diantaranya Manchester United. Terlepas benar atau tidaknya ketertarikan Setan Merah terhadap sang pemain, yang jelas dia akhirnya bergabung dengan klub Jerman, Borussia Dortmund.

Nah, baru-baru ini dalam wawancara singkat bersama Sky Jerman, Emre Can membenarkan bahwa dia juga mendapat tawaran dari Manchester United.

Akan tetapi, sang pemain tak sedikitpun memikirkan tawaran tersebut. Alasannya sederhana, karena dia merasa punya ikatan batin dengan Liverpool.

“Saya punya tiga tawaran dari Liga Inggris, termasuk dari Manchester United. Tapi saya tidak memikirkannya sedetik pun karena ikatan masa lalu saya dengan Liverpool,” ujar Emre Can kepada Sky Jerman.

Sebagai informasi, sebelum bergabung dengan Juventus pada musim panas tahun 2018 lalu, Emre Can memang bermain bagi Liverpool. Dia bergabung dengan Klub Marseyside sejak musim panas tahun 2014.

Sedangkan, seperti diketahui Liverpool dan Manchester United adalah dua tim yang terlibat rivalitas sengit sejak lama. Tak heran jika Emre Can menolak tawaran Setan Merah karena tak ingin menyakiti hati para fans Liverpool .

Manchester United melirik Can pada bursa transfer Januari lalu karena memang butuh gelandang baru. Paul Pogba terus bermasalah dengan cedera sehingga lebih banyak absen. Kebetulan Can juga bisa bermain sebagai bek tengah.

Di satu sisi, Setan Merah juga membutuhkan seorang bek tengah untuk menemani Harry Maguire.

Dia memilih hengkang dari Juventus lantaran tak masuk dalam rencana manajer anyar, Maurizio Sarri. Bahkan, mantan pelatih Chelsea itu tidak menyertakan nama Can dalam skuat Liga Champions Eropa.

Bisa dikatakan, Can kalah bersaing dengan pemain seperti Miralem Pjanic, Sami Khedira, Rodrigo Bentancur dan lainnya.

Ini Ternyata Sosok yang Jadi Inspirasi Erling Haaland

Bomber andalan Borussia Dortmund, Erling Haaland mengungkapkan sosok yang selama ini menjadi inspirasinya dalam berkarir, dan sosok tersebut adalah Zlatan Ibrahimovic.

Memang harus diakui, Zlatan Ibrahimovic adalah seorang petualang sejati dalam dunia sepakbola. Dia pernah membela klub-klub top Belanda, Italia, Inggris, Spanyol, Prancis sampai Amerika Serikat.

Karirnya bermula dengan Malmo FF, kemudian dia dibeli Ajax Amsterdam. Setelah meninggalkan Belanda, Ibra dibeli Juventus, sempat membela AC Milan dan Inter Milan.

Sempat juga, yang bersangkutan membela Paris Saint-Germain, Manchester United dan LA Galaxy. Kini, Ibra masih aktif bermain meski sudah berusia 38 tahun, dimana dia membela AC Milan.

Dengan melihat apa yang telah diraihnya sepanjang karir dan statsitiknya, tidak bisa dipungkiri bahwa Ibra adalah salah satu striker terbaik dunia. Tak heran jika sosok asal Swedia itu jadi inspirasi bagi sejumlah pemain.

Salah satunya oleh Erling Braut Haaland. Pemain andalan Borussia Dortmund tersebut mengaku sangat mengagumi sosok Ibrahimovic. Bahkan, yang bersangkutan bertekad mengikuti jejak karir Ibra.

“Saya suka mentalitasnya dan bagaimana ia melihat hal-hal yang berbeda. Saya pikir saya selalu memiliki kepercayaan diri itu juga. Itulah saya,”

“Saya juga suka bagaimana ia bergerak dari satu klub ke klub lain, di negara lain – yang tidak mudah. Tetapi ia selalu masuk dan hanya membobol gawang, dari detik pertama. Saya suka melihat itu. “kata Haaland kepada FourFourTwo.

Banyak yang beranggapan bahwa Erling Haaland memiliki kemiripan dengan Zlatan Ibrahimovic, namun yang bersangkutan merasa punya gaya bermain berbeda.

“Kami berdua striker dan kami tinggi. Tetapi kami memiliki permainan yang berbeda. Sulit untuk membandingkan kami. Saya adalah saya,” pungkas Haaland.

Erling Haaland sendiri bersinar bersama dengan klub Austria, RB Salzburg. Performa gemilangnya tersebut lantas memnbuat yang bersangkutan diminati sejumlah raksasa Eropa. Tapi pada akhirnya Haaland memilih bergabung dengan Borussia Dortmund.

Bersama raksasa Bundesliga Jerman tersebut, Haaland tampil cemerlang. Sejauh ini, dia sudah mengemas 12 gol dari 9 penampilan di semua ajang. Tampaknya, sang pemain akan jadi incaran sejumlah raksasa Eropa pada musim panas mendatang.

Moyes Jadi Alasan Kenapa Kroos Batal Pindah ke MU

Toni Kroos sebelum bergabung dengan Real Madrid ternyata sempat menjadi ‘properti’ panas di bursa transfer enam tahun silam. Salah satu raksasa Eropa yang sempat berusaha mendatangkannya adalah Manchester United.

Pada bursa transfer musim panas tahun 2014 silam, sudah ada pembicaraan antara Manchester United dengan gelandang Timnas Jerman ini. Bahkan, sebelum jendela transfer dibuka, yang bersangkutan sudah sepakat secara verbal untuk merapat ke Old Trafford.

Akan tetapi, saat itu kepindahannya menuju Manchester United batal terwujud, alasannya adalah karena David Moyes.

Seperti diketahui, mantan manajer Everton tersebut memang dipercaya menjadi pengganti Sir Alex Ferguson pada musim panas tahun 2013. Sayangnya, pria asal Skotlandia tidak bisa bertahan lama di Old Trafford, hasil buruk membuatnya didepak pada April 2014.

Empat tahun berselang, David Moyes mengungkapkan fakta bahwa dia sempat nyaris mendatangkan Toni Kroos ke Old Trafford. Hal inipun dibenarkan oleh gelandang berusia 30 tahun. Bahkan, dia sudah sepakat secara verbal dengan kontrak yang disodorkan Moyes kala itu.

Sayangnya, kepindahan itu tak pernah terwujud karena David Moyes lebih dulu dipecat dari kursi pelatih.

“David Moyes datang menemui saya dan pada dasarnya [negosiasi] kontrak telah selesai dilakukan tetapi kemudian Moyes dipecat dan Louis van Gaal masuk, yang makin memperumit masalah,” kata Kroos kepada The Athletic.

Lebih lanjut, Kroos mengaku tidak mendapat kabar apapun dari Manchester United selepas pemecatan David Moyes. Situasi ini membuatnya ragu untuk merapat ke Old Trafford, apalagi pelatih baru datang dengan proyek yang baru.

Lalu, datanglah Real Madrid dengan tawaran menarik, tak butuh waktu lama bagi Kroos untuk menerima pinangan dari Los Blancos.

“Louis ingin waktu untuk membangun proyeknya sendiri. Saya tidak mendengar kabar dari United untuk sementara waktu dan mulai ragu-ragu. Kemudian Piala Dunia dimulai dan Carlo Ancelotti memanggil. itu saja,” pungkas Kroos.

Kegagalan pindah ke Manchester United itu tampaknya tidak perlu disesali oleh Toni Kroos. Pasalnya, dia bersinar bersama Real Madrid, bahkan sejauh ini sudah mengantongi 4 trofi Liga Champions Eropa.

Casemiro Masih Berharap Neymar Gabung Real Madrid

Neymar sejak lama dikaitkan dengan sejumlah raksasa Eropa, termasuk diantaranya Real Madrid dan Barcelona. Meski begitu sampai sekarang dia tetap bertahan di Paris Saint-Germain. Menariknya, gelandang Casemiro masih menyimpan harapan agar koleganya itu bergabung ke Madrid.

Dalam dua bursa transfer musim panas terakhir , masa depan Neymar selalu jadi perbincangan media-media Eropa. Terutama pada bursa transfer musim panas kemarin, dimana mega bintang Brazil tersebut secara terbuka mengungkapkan niatnya untuk hengkang dari Paris Saint-germain.

Neymar Lantas dihubung-hubungkan dengan mantan klubnya, Barcelona. Sang pemain juga mengaku ingin kembali ke Camp Nou. Sayang, sang mantan tidak bisa mewujudkan keinginan bintang Brazil lantaran banderol yang dipasang PSG sangat besar.

Sosok berusia 28 tahun itu lantas dikaitkan dengan Real Madrid, hanya saja pada akhirnya dia tetap bertahan di Paris Saint-Germain sampai saat ini.

Bicara soal masa lalu, Neymar mungkin merupakan salah satu penyesalan terbesar presiden Madrid, Florentino Perez. Beberapa tahun lalu, Madrid kalah gesit dari Barca untuk mendatangkan Neymar dari Santos.

Namun demikian, gelandang Casemiro sama sekali tidak kecil hati dengan harapannya Neymar bergabung ke Santiago Bernabeu suatu saat nanti. Pemain Brazil ini mengaku sering berhubungan dengan rekannya di Tim Nasional tersebut.

“Saya ingin Neymar datang ke Real Madrid, saya bicara dengannya hampir setiap hari. Dia pemain hebat,” tutur Casemiro kepada Marca.

Casemiro sendiri merupakan salah satu pemain andalan Real Madrid selama beberapa tahun terakhir ini. Sang pemain pun membantah anggapan bahwa dia adalah pemain kesukaan Zidane, tapi ini merupakan hasil kerja keras dan kerendahan hatinya.

“Ini merupakan campuran semuanya: Kerja keras, talenta, kerendahan hati, dan saya kira yang paling penting adalah kerja keras. Ketika Anda bekerja keras Anda akan mendapatkan hasil yang sepadan, dan kerja keras adalah kekuatan saya. Saya kira kami semua penting. Beberapa bermain lebih banyak dari yang lain tapi semua penting,” Kata Casemiro kepada reporter.

Neymar sendiri saat ini masih terikat kontrak dengan Paris Saint-Germain sampai tahun 2022 mendatang.

Raheem Sterling Berpeluang Comeback Lawan Real Madrid

Manchester City mendapati kabar gembira terkait dengan kondisi salah satu pemain andalan mereka, Raheem Sterling. Pemain Inggris itu berangsur-angsur pulih sehingga berpotensi tampil di pertandingan Liga Champions melawan Real Madrid.

Sebagai informasi, Raheem Sterling memang mengalami cedera baru-baru ini. Otot hamstringnya mengalami masalah saat timnya berhadapan dengan Tottenham di ajang Premier League. Alhasil, eks Liverpool harus menepi selama beberapa pekan.

Tentu saja, bagi Manchester City absensi sang pemain adalah berita buruk. Pasalnya di akhir bulan ini, mereka harus menghadapi Real Madrid di babak 16 besar Liga Champions. Cedera Sterling diprediksi cukup parah sehingga perlu waktu lebih lama untuk pulih.

Akan tetapi, sebagaimana laporan yang diturunkan The Mirror, sejatinya ada peluang bagi Sterling untuk tampil dalam laga tersebut. Sang winger diberitakan berpotensi comeback di pertandingan leg pertama babak 16 besar Liga Champions Eropa tersebut.

Laporan yang sama menyebutkan bahwa hasil pemeriksaan medis Sterling telah keluar. Ia divonis tidak mendapatkan cedera yang terlalu serius. Sosok berusia 26 tahun ini mengalami cedera hamstring kategori satu, sehingga tidak dibutuhkan waktu lama untuk pulih.

Sterling seharusnya sudah pulih dalam jangka waktu tiga minggu setelah mendapatkan cedera. Jadi sang winger diprediksi bisa fit saat menghadapi Real Madrid nanti. Peluang Sterling untuk comeback di laga melawan Real Madrid itu semakin besar jika melihat proses pemulihan cedera yang ia alami.

Penggawa tim nasional Inggris itu diberitakan melalui proses pemulihan yang singkat, bahkan sudah pulih setelah seminggu mengalami cedera. Walau demikian, pihak klub akan tetap memantau perkembangan sang winger sebelum memutuskan memainkannya atau tidak melawan Real Madrid.

Sebagai informasi, Manchester City dijadwalkan bertandang terlebih dahulu ke markas Real Madrid pada tanggal 26 Februari 2020 mendatang. Tiga minggu berselang, barulah pasukan Pep Guardiola yang akan menjamu raksasa La Liga Spanyol tersebut.

Manchester City tentu akan berusaha memenangkan pertandingan tersebut dan meraih tiket ke babak perempat final. Pasalnya, mereka hampir pasti sudah kehilangan gelar Premier League setelah tertinggal 22 poin dari Liverpool.

Jika Tinggalkan Barca, Lionel Messi Bisa Gabung Liverpool

Salah seorang Agen Transfer asal Prancis, Francis Nkwain mengungkapkan sebuah klaim yang cukup mengejutkan. Adalah mega bintang Argentina, Lionel Messi yang menurutnya menginginkan satu tantangan terakhir sebelum gantung sepatu nanti. Tantangan terakhir itu adalah bergabung dengan Liverpool.

Kurang lebih 16 tahun sudah berlalu sejak debutnya di tim utama Barcelona. Selama periode tersebut, Lionel Messi sudah mempersembahkan banyak sekali gelar juara untuk raksasa Catalan. 10 trofi La Liga dan 4 titel Liga Champions Eropa termasuk diantaranya.

Kontribusi Messi selama 16 tahun terakhir juga begitu besar. Sekarang, usianya memang sudah cukup tua, 32 tahun. Namun ia tak menunjukkan tanda-tanda penurunan performa. Namun ada satu tanda tanya besar terkait sisa karirnya. Apakah pemain berjuluk La Pulga tersebut akan pensiun di Barcelona atau tidak.

Beberapa waktu lalu, Messi sempat berbicara tentang masa depannya di Barcelona. Dalam pernyataannya tersebut, La Pulga mengaku sempat ingin meninggalkan Spanyol. Niat tersebut tak lain karena perlakuan otoritas pajak Spanyol terhadapnya.

Tapi, sekarang situasinya bisa diaktakan sudah jauh lebih baik. Messi masih memiliki sisa kontrak di Barcelona sampai tahun 2021, dan tak pernah mengisyaratkan rencana hengkang dari Camp Nou.

Tapi, seorang pengamat sepakbola ternama, Graham Hunter sempat mengklaim bahwa Messi akan meninggalkan Barcelona. Alasannya karena klub Catalan tak kunjung mampu bersaing di Liga Championns Eropa.

Plus adanya masalah terkait sulitnya klub itu melakukan regenerasi pemain. Dari situlah, akhirnya Liverpool disebut bisa menjadi destinasi karir Messi berikutnya. Klaim tersebut diungkapkan oleh seorang agen transfer asal Prancis, Francis Nkwain. Menurutnya, Liverpool akan jadi satu tantangan terakhir Messi sebelum gantung sepatu.

“saya rasa sekarang ini Liverpool telah mencapai titik manis yang hanya bisa mereka tambahkan. Mereka adalah tim di mana, jika Messi akan pindah untuk satu tantangan terakhir di liga yang kompetitif, Liverpool adalah klub itu,” katanya seperti dilansir Daily Star.

Lionel Messi sejatinya sudah melihat sendiri kehebatan Liverpool, tepatnya saat Barcelona disingkirkan wakil Premier League tersebut dari ajang Liga Champions Eropa musim kemarin.

Hazard Ternyata Tak Bahagia Ditangani Conte dan Sarri

Winger Internasional Belgia, Eden Hazard pernah bekerja sama dengan dua manajer Italia saat masih berkostum Chelsea, mereka adalah Antonio Conte dan Maurizio Sarri. Meski tampil gemilang dan memenangkan gelar juara, ternyata Hazard mengaku tidak bahagia bekerja dibawah arahan Sarri dan Conte. Dia menilai pelatih asal Italia terlalu kaku soal taktik.

Adapun, Eden Hazard sendiri sudah menjadi bagian dari Chelsea sejak tahun 2012 silam. Ia kemudian berkembang menjadi salah satu pemain yang mengesankan berkat kecepatan, kreativitas, dan aksi olah bolanya yang brilian. Bersama dengan raksasa Premier League, Hazard sudah memenangkan sejumlah gelar juara, termasuk dua gelar Liga Primer Inggris.

Nah, salah satu dari dua gelar Premier League tersebut diraih saat era Antonio Conte. Sayang, mantan pelatih Juventus tersebut tak bisa mengulang prestasi itu di musim keduanya di Inggris. Yang bersangkutan kemudian mendapat sorotan atas keangkuhannya memilih taktik. Conte lantas didepak dari kursi pelatih dan digantikan Maurizio Sarri.

Nahasnya, kritik serupa juga dilayangkan publik kepada Maurizio Sarri. Alhasil meski berhasil membawa Chelsea jadi juara Liga Europa, dan setelah menyudahi musim pertamanya, Sarri memutuskan kembali ke Italia dengan menangani Juventus. Nah, Eden Hazard mengaku di masa pemerintahan Antonio Conte dan Maurizio Sarri, kebahagiannya dalam bermain sedikit terkikis.

Hazard ternyata tidak bahagia dengan taktik kaku yang diterapkan kedua manajer asal Italia itu. Tapi sekarang dia bisa tersenyum lebar, karena di Real Madrid dibawah arahan Zidane, Hazard bisa memainkan identitasnya.

“Dalam latihan, kami selalu menggunakan bola … ada gerakan dan pertandingan mini. Ketika Anda bertemu pelatih Italia seperti yang saya lakukan.Anda kurang bahagia. Mereka lebih kaku dan berulang. Anda menemukan kesenangan dalam kemenangan. Saya menghabiskan tiga tahun dengan pelatih Italia sehingga menemukan kembali kesenangan ini lagi membuat saya bahagia,” ungkapnya kepada Sport Magazine.

Hazard ditebus Real Madrid pada bursa transfer musim panas kemarin seharga 100 Juta Euro dari Chelsea. Diharapkan mampu membawa klub arahan Zinedine Zidane itu kembali menampilkan performa terbaik, faktanya Hazard lebih sering absen karena cedera.