7 Nominasi Pemain Terbaik Premier League Musim Ini

Kategori Penghargaan Pemain terbaik Premier League musim ini terdiri dari 7 nominasi. Liverpool mendominasi daftar nominasi tersebut dengan tiga pemain.

Sebagaimana diketahui, kompetisi Premier League musim ini memang telah berakhir. Liverpool berhasil keluar sebagai juara sejak pekan ke-31, atau dengan menyisakan 7 pertandingan.

Tentu saja, kini publik penasaran dengan pemain yang akan menyabet penghargaan sebagai pemain terbaik kompetisi. Dilansir dari Sky Sports, ada tujuh pemain yang dinominasikan meraih penghargaan tersebut.

Tiga dari 7 nominasi tersebut adalah pemain Liverpool, antara lain Jordan Henderson, Sadio Mane dan Trent Alexander-Arnold. Dengan begitu, pasukan Jugen Klopp mendominasi daftar nominasi ini.

Menariknya, Runner up Manchester City hanya menyumbang satu nama saja, dia adalah Kevin De Bruyne. Sang playmaker tampil luar biasa musim ini dengan mencetak 13 gol dan 20 assist.

Sedangkan yang ironis adalah fakta bahwa tidak ada satupun pemain Manchester United yang masuk dalam daftar ini.

Justru ada beberapa pemain dari tim papan tengah yang berhasil menembus daftar nominasi tersebut, salah satunya adalah penjaga gawang Burnley, Nick Pope.

Musim ini, Nick Pope memang tampil ciamik dengan mencatatkan tak kurang dari 15 clean sheet dan cuma kalah dari Ederson (Manchester City). Kemudian ada nama Danny Ings, mantan pemain Liverpool yang gemilang dengan mengoleksi 22 gol bersama Southampton.

Dengan torehan 22 gol, faktanya pemain yang ‘terbuang’ dari Liverpool itu hanya kalah dari top Skorer Premeir League, Jamie Vardy yang mengoleksi 23 gol musim ini.

Adapun, berikut adalah 7 nominasi pemenang penghargaan pemain terbaik Premier LEague musim ini.

Trent Alexander-Arnold – Liverpool
Kevin De Bruyne – Manchester City
Jordan Henderson – Liverpool
Danny Ings – Southampton
Sadio Mane – Liverpool
Nick Pope – Burnley
Jamie Vardy – Leicester City

Nantinya, Pemenang penghargaan Premier League Player of the Season musim ini ini akan diumumkan pada 13 Agustus 2020 mendatang. Banyak yang menjagokan Kevin De Bruyne memenangkan penghargaan tersebut setelah tampil cemerlang bersama Manchester City.

Tanpa Jurgen Klopp, Liverpool Tidak Akan Seperti Sekarang

Keberhasilan Liverpool menjadi salah satu tim terbaik Eropa bahkan mungkin Dunia, diklaim tak terlepas dari campur tangan pelatih Jurgen Klopp. Tanpanya, Liverpool tidak akan seperti sekarang ini.

Klopp sendiri merapat ke Anfield di penghujung tahun 2015 silam. Meski awalnya kesulitan, tapi perlahan dia berhasil membuat Liverpool bangkit jadi tim yang kembali disegani di Semua ajang.

Puncak dari perjuangan Jurgen Klopp terbayar sejak musim kemarin, dimana Liverpool berhasil memenangkan gelar Juara Liga Champions Eropa. Prestasi Tim Marseyside kemudian dilengkapi dengan trofi Piala Super Eropa dan Piala Dunia antarklub.

Musim ini, Klopp semakin menjadi sosok yang spesial usai mengantarkan Liverpool jadi juara Premier League untuk pertama kalinya dalam 30 tahun terakhir.

Jadi tak heran jika bek Dejan Lovren menganggap pelatih berusia 53 tahun itu adalah sosok kunci dalam keberhasilan Liverpool sekarang ini.

“Dari sudut pandang saya, tanpa Klopp itu tidak akan sama. Kami semua bisa setuju dengan itu. Ia telah mengubah mentalitas kami, ia telah mengubah etos kerja kami. Ia mengubah banyak hal,”

“Tidak hanya dari segi sepak bola; ia juga mengubah banyak hal di sekitar klub, ia mendapatkan kepercayaan dari para pendukung dan bahkan di saat-saat buruk penggemar selalu bersama kami. Sangat menyenangkan melihat hal itu,” serunya pada situ resmi Liverpool.

Dejan Lovren adalah salah satu pemain yang merasakan pengalaman dilatih Jurgen Klopp sejak hari pertama sampai sekarang dimana sang bek akan meninggalkan Anfield untuk bergabung ke klub Rusia, Zenit St Petersburg.

Selama kurang lebih lima tahun, pemain Kroasia ini memiliki kedekatan yang bagus dengan Klopp baik di atas lapangan maupun di kehidupan biasa.

“Saya punya banyak masalah dan hanya ia yang tahu masalahnya. Ia seperti teman bagi saya, seperti seorang ayah, yang bisa saya datangi dan mengatakan semua masalahnya,”

“Suatu hari, kita akan melihat ke belakang dan kita bisa tertawa bersama dan berbagi kenangan indah. Inilah yang akan kita lakukan,” ungkap bek 31 tahun ini.

Pep Guardiola Puas Performa Saat Kalahkan Watford

Kemenangan atas Watford dinihari tadi tak hanya sekedar kemenangan besar, menurut pelatih Pep Guardiola performa para pemain Manchester City dalam laga tersebut sangat memuaskan.

Seperti diketahui, Manchester City memang bertandang ke Vicarage Road Stadium, menghadapi tuan rumah Watford dalam lanjutan Premier League dinihari WIB tadi (22/07). Sejak menit pertama, pasukan Pep Guardiola langsung tampil mendominasi.

Mereka bahkan telah mencatatkan 10 peluang emas dari total 26 peluang sepanjang pertandingan tersebut. Sedangkan tuan rumah hanya melepaskan dua tembakan, tanpa ada satu pun yang mengarah tepat ke gawang Ederson Moraes.

Performa cemerlang ini lantas membuat Manchester City berhasil melumat habis Watford dengan skor telak 4-0. Masing-masing gol dicetak oleh Raheem Sterling pada menit ke-31 dan 40′, Phil Foden menit ke-63, dan Aymeric Laporte menit ke-66.

Memang, dengan kemenangan ini pasukan Pep Guardiola tak lantas bergerak dari posisi ke-2 pada klasemen sementara. Mereka tetap menempati peringkat tersebut dengan raihan 78 poin dari 36 pertandingan.

Tapi terlepas dari fakta tersebut, pelatih Pep Guardiola tampak puas dengan performa para pemainnya sepanjang laga tersebut. Juru taktik asal Spanyol itu menyebut Raheem Sterling dkk. tampil agresif sejak awal sampai akhir pertandingan.

Mantan pelatih Barcelona sangat senang dengan penampilan apik para pemainnya setelah kekalahan dari Arsenal di babak semifinal Piala FA akhir pekan lalu.

“Pemain City tampil dengan masalah besar (pada laga kontra Arsenal) dan kami bermain lebih agresif hari ini, dalam banyak pengertian. Saya katakan sebelumnya, jadilah diri kami sendiri.Kami bisa bermain lebih baik atau lebih buruk”

“tetapi ada keinginan dan gairah yang minimum dan kami menunjukkannya hari ini. Anda harus melakukan segalanya untuk memenangkan pertandingan. Ini bukan tentang menang atau kalah. Anda bisa bermain buruk, tetapi Anda harus berlari dan bertarung. Itu tidak terjadi ketika melawan Arsenal, itu sebabnya kami kalah,” tutur Pep Guardiola.

Adapun, akibat dari kekalahan tersebut tuan rumah Watford terpaksa harus terjun ke peringkat ke-18 pada klasemen sementara Premier League.

Lampard Akui Saat ini Chelsea Sedang Ditimpa Masalah Internal

Pelatih Chelsea, Frank Lampard berbicara mengenai fakta yang jarang diketahui publik bahwa saat ini ternyata kubu internal klub sedang ditimpa masalah.

Tampaknya, hal tersebut memang telah mengganggu performa The Blues. Itu juga terlihat jelas dari kekalahan yang ditelan klub London dalam pertandingan melawan Sheffield United akhir pekan kemarin.

Dalam pertandingan tersebut, pasukan Frank Lampard telan kekalahan dengan skor telak 0-3. Kekalahan ini memang mengecewakan, tapi beruntung mereka tidak tergusur dari posisi ke-3 pada klasemen sementara Liga Primer Inggris.

Hal ini disebabkan hasil imbang yang didapat klub rival, Manchester United saat menjamu Southampton pada Selasa (14/7) dini hari tadi.

Terkait dengan fakta tersebut, pelatih Frank Lampard secara mengejutkan mengakui bahwa saat ini memang sedang ada masalah Internal di tim asuhannya.

“Saat anda berbicara soal pemain, sangat mudah dan wajar kalau melihat talentanya. Namun anda juga harus melihat sikap serta karakternya di dalam tim. Saya pikir ini hal yang harus kami benahi. Pemain muda bisa lebih vokal dan bertumbuh seiring perjalanan.”

“Pemain yang lebih tua juga bisa mengemban tanggung jawab untuk membantu. Momen seperti ini, masa kritis seperti ini di mana ada banyak hal yang dipertaruhkan, waktunya orang-orang berbenah,” ujarnya dikutip dari Goal International.

Lebih lanjut, menurut lampard, beberapa pemain Chelsea cenderung tertutup dengan rekan satu timnya sendiri. Dengan kata lain, mereka tidak akan berbicara pendapat tentang tim jika memang tidak dipaksa untuk melakukan itu.

Sebenarnya itu tidak masalah, tapi Lampard berharap sisi introvert itu dihilangkan saat berada di atas lapangan.

“Anda boleh diam di luar lapangan – kami punya beberapa pemain pendiam yang menyimpan rahasianya – tapi mereka harus berbicara saat di lapangan. Mereka harus meminta bola, jika tidak pertandingan akan berlalu begitu saja,”

“Yang terpenting adalah bagaimana kami bereaksi dan saya mengharapkan itu dari para pemain besok. Saya memiliki kepribadian yang besar, dan akan ada kepribadian besar di dalam tim pada esok hari,” pungkasnya.

Presiden Barca Ikut Komentari Kontroversi VAR dan Real Madrid

Belakangan ini, publik menilai bahwa Real Madrid arahan Zinedine Zidane kerap kali diuntungkan oleh VAR dan keputusan Wasit hingga bisa berdiri kokoh di puncak klasemen sementara. Mengenai hal tersebut, Josep Maria Bartomeu selaku Presiden Barca ikut berkomentar.

Tudingan itu kembali muncul saat Real Madrid berhadapan dengan Athletic Bilbao pada Senin (6/7/2020) kemarin. Sebagai informasi, Real Madrid berhasil meraih kemenangan dengan skor tipis 1-0 dalam laga tersebut.

Satu-satunya gol yang diciptakan tim arahan Zinedine Zidane adalah lewat titik putih penalti. Mereka diberikan hadiah penalti oleh wasit setelag VAR melihat adanya pelanggaran yang dilakukan Dani Garcia pada Sergio Ramos dalam kotak terlarang.

Sang Kapten lantas maju sebagai eksekutor dan berhasil melesatkan bola ke celah kosong tuan rumah, membawa Madrid menang 1-0.

Setelah pertandingan, Iker Muniain tampak tidak terima dengan kekalahan timnya dan menuding bahwa wasit dan VAR terlalu memihak pada tim tamu.

Tudingan itu berkaitan dengan fakta bahwa wasit tidak menggubris kejadian yang menimpa rekan setimnya lewat VAR, di mana Sergio Ramos menginjak kaki Raul Garcia dalam kotak penalti.

Presiden Barcelona, Josep Maria Bartomeu ikut berkomentar tentang hal tersebut. Seolah ikut memperpanas kontroversi ini dengan menyebut bahwa VAR kerap menguntungkan tim yang sama.

“VAR tidak mencapai level yang diinginkan semua orang. Pasca lockdown, ada banyak laga yang belum ditentukan hasilnya dan ada tim yang sama selalu diuntungkan, dan banyak tim tidak beruntung,” ucap Bartomeu kala itu.

Tak hanya Bartomeu, Joseph Vives selaku Juru Bicara Barcelona juga mengatakan hal yang senada.

“Tidak ada yang bisa meragukan peran kepemimpinan Barcelona dalam kaitannya pada penerapan VAR di La Liga, namun belum ada keadilan, satu tim telah diuntungkan,”

“Tidak ada yang meragukan teknologi tersebut, itu absurd, kami terus melindungi VAR, namun penerapan beberapa peraturan harus dibenahi,” tutur Vives dikutip dari Marca.

Saat ini, Barcelona masih berada di peringkat ke-2 pada klasemen sementara. Di posisi tersebut, mereka masih tertinggal empat poin dari Real Madrid.

Timo Werner Ungkap Alasan Keluar dari Skuat Liga Champions

Penyerang muda Jerman, Timo Werner memutuskan keluar dari skuat Liga Champions Eropa RB Leipizig di sisa musim ini. Tentu ini keputusan yang mengejutkan, tapi sang pemain pun coba untuk meredam semua rumor dengan bicara tentang alasan dibaliknya.

Memang, Timo Werner dipastikan bakal menjadi pemain Chelsea musim depan setelah yang bersangkutan dibeli dari RB Leipzig lewat kocek 60 Juta Euro beberapa waktu lalu.

Meski sudah resmi ditebus raksasa Premier League tersebut, faktanya sang pemain baru akan resmi diperkenalkan sebagai pemain Chelsea mulai 1 Juli mendatang.

Dengan begitu, berarti Timo Werner akan melewatkan seluruh pertandingan setelah tanggal 1 Juli bersama klub Bundesliga jerman. Tentu saja termasuk di sisa petualangan RB Leipzig di ajang Liga Champions Eropa.

Karena alasan tersebutlah Werner kemudian mundur dari skuat Liga Champions Eropa RB Leipzig di sisa musim ini.

“Tentu saya saya merasa kecewa tak bisa membantu Leipzig bermain di Liga Champions. Namun, saya adalah pemain Chelsea sejak 1 Juli dan sejak itu saya dibayar oleh Chelsea. Sudah jelas bahwa semua pihak – Chelsea, RB, dan pihak saya – harus dan wajib memutuskan ini.”

“Tentu saja saya mencoba untuk sebisa mungkin menjauh dari masalah Liga Champions karena jelas saya akan menyakiti salah satu pihak. Itulah mengapa agen saya akhirnya menyetujuinya bersama klub-klub tersebut,” ujar Werner kepada Sportbuzzer.

Namun, terlepas dari fakta bahwa dia sudah tidak terlibat lagi dengan RB Leipzig, tapi Timo Werner akan tetap mendukung klub Bundesliga Jerman tersebut di ajang Liga Champions.

“Saya selamanya terhubung dengan Leipzig dan RB, saya akan duduk di depan TV selama perempat final dan tetap optimis, mungkin saya bahkan bisa berada di Lisbon,” tutur Werner.

Meski bergabung sejak Juli besok, Werner tetap tak bisa memperkuat Chelsea di sisa musim ini. Ia baru bisa berseragam The Blues mulai awal musim depan.

Sedangkan RB Leipzig sendiri memang telah memastikan tiket ke babak perempat final Liga Champions Eropa musim depan selepas kemenangan di dua leg melawan Tottenham.

Roy Keane Akui Liverpool Layak Jadi Juara EPL

Hasil imbang melawan Everton membuat perayaan gelar Premier League musim ini jadi tertunda, tapi legenda Manchester United Roy Keane tetap menilai bahwa Liverpool layak jadi juara.

Roy Keane sendiri adalah legenda Manchester united yang sudah gantung sepatu sejak lama, dan sekarang dia bekerja sebagai pandit sepakbola Inggris. Pria asal Skotlandia tersebut dikenal sebagai sosok yang tidak mengerem kata-katanya ketika melayangkan kritik.

Bahkan belum lama ini, Roy Keane mengkritik habis beberapa pemain Manchester United. Yang paling mengenaskan adalah kritik kepada David De Gea. Menurutnya, pemain Spanyol tersebut tampil buruk kala the Red Devils bertemu Tottenham Hotspur kemarin.

Tak sampai disitu, Keane juga mengkritik bek andalan sekaligus kapten Manchester United, Harry Maguire.

Tapi ketika berbicara tentang Liverpool, justru Roy Keane melantunkan kata-kata yang tidak biasanya. Da mengakui bahwa dirinya memiliki respek yang sangat tinggi kepada tim Marseyside tersebut.

Padahal jika melirik ke belakang, Manchester United dan Liverpool dikenal memiliki rivalitas yang cukup kental terutama di pentas Premier League. Kedua tim ini juga sering bersaing dalam perburuan gelar juara, termasuk di era Roy Keane.

Akan tetapi, Keane tidak memandang fakta tersebut bahkan mengakui bahwa Liverpool memang layak jadi juara musim ini.

“Saya bukan anti-Liverpool. Saat saya tumbuh di era 80′-an, Liverpool merupakan tim yang hebat dan saya sangat menghormati sosok seperti Ronnie Whelan dan Ray Houghton.Saya menyaluti Liverpool. Mereka adalah tim yang sangat, sangat bagus.”

“Mereka secara terus-menerus menjuarai liga,” ujar Keane kepada Irish Independent.

Liverpool sendiri butuh dua kemenangan lagi untuk mengunci gelar Premier League musim ini. Mereka sempat berpeluang memangkas nya jadi satu pertandingan saat berhadapan dengan Everton kemarin, sayangnya laga tersebut berakhir imbang 1-1.

“Orang-orang selalu mengaitkan saya dengan United, tapi saya tidak pernah iri terhadap tim yang memenangkan liga. Mereka pantas untuk itu,”

“Mereka telah bermain dengan luar biasa dalam beberapa musim terakhir. Tanda sebuah tim bagus adalah harus jadi konsisten, dan seperti itulah mereka,” tandasnya.

Pengakuan Loris Karius : Jadi Incaran Separuh Klub Inggris

Loris Karius sempat jadi sasaran kritik setelah blunder yang dilakukannya pada partai final Liga Champions Eropa dua musim lalu. Tapi jangan salah, biar begitu penjaga gawang asal Jerman ini sempat jadi rebutan separuh klub Premier League.

Sebelumnya, Loris Karius memang sempat jadi andalan Liverpool di bawah mistar gawang. Namun, dia terdepak permanen sejak laga final Liga Champions Eropa melawan Real madrid. Kiper asal Jerman ini melakukan dua blunder fatal yang membuat Liverpool gagal menjadi juara.

Tapi faktanya sebelum memperkuat Liverpool, Karius sempat bergabung dengan Manchester City. Hanya saja, kiper asal Jerman ini memutuskan pergi sebelum mendapatkan kesempatan bermain dengan tim senior Citizen.

Nah, tepat sebelum bergabung dengan Manchester City, Loris Karius ternyata sempat mendapatkan tawaran dari banyak sekali klub Premier League, bahkan separuhnya.

“Waktu tu saya mendapat tawaran dari beberapa klub, tapi Manchester City membantu saya. Mereka menunjukkan rencana yang jelas, contohnya bagaimana saya bisa masuk di tim senior. Saya pun terkesan,” ujar Karius.

“Siapa tim lain yang tertarik? Saya rasa separuh Premier League. Di Jerman, saya sebenarnya hanya mau Stuttgart karena mereka terkenal dengan tim mudanya. Saya menjalani masa latihan yang menyenangkan di sana,” tutur Karius kepada Transfermarkt.

Akan tetapi, pada akhirnya Karius yang masih berusia 16 tahhun saat itu lebih memilih bergabung dengan Manchester City. Alasannya karena Citizen punya rencana yang jelas dengan para pemain muda mereka.

“Saat itu saya hanya mendengarkan rencana dari Manchester City dan Stuttgart. Saat itu, kedatangan investor baru saja dimulai,”

“Manchester City sebenarnya merupakan klub yang sangat bergantung pada pemain muda mereka sendiri. Banyak pemain yang mampu menembus tim utama, akademi berada di posisi yang bagus, karena itu akhirnya saya memutuskan untuk menerima tawaran mereka,” tandasnya.

Setelah meninggalkan Liverpool, atau lebih tepatnya dijual, nasib Karius semakin tidak jelas. Dia bahkan baru saja memutus kontrak dengan Besiktas karena ada masalah soal pembayaran, dan yang bersangkutan memilih kembali ke Marseille.

Keylor Navas Pantas Dianggap Sebagai Legenda Real Madrid

Legenda Real Madrid, Fernando Morientes melayangkan apresiasi tinggi kepada mantan penjaga gawang Los Blancos, Keylor Navas. Kendati pada akhirnya diabaikan, menurutnya penjaga gawang Kostarika tersebut sangat layak menyandang status sebagai legenda Klub.

Keylor Navas, 33 tahun, memang sempat menjadi andalan Real Madrid, dimana dia bergabung dengan raksasa La Liga Spanyol tersebut sejak musim panas tahun 2014 silam. Usai tampil gemilang di ajang Piala Dunia saat itu, Los Blancos langsung membelinya dari Levante.

Awalnya, Navas memang hanya jadi kiper kedua Real Madrid, setelah Iker Casillas. Namun perlahan, dia berhasil menggeser posisi Casillas dan jadi andalan utama Los Blancos dibawah mistar gawang.

Selama jadi andalan, Navas berhasil memegang peran krusial dalam keberhasilan Real Madrid memenangkan sejumlah gelar juara, termasuk gelar Liga Champions Eropa dan La Liga Spanyol.

Sayangnya, yang bersangkutan seperti diabaikan, klub merekrut Thibaut Courtois dan melepas kiper Kosta Rika itu ke Paris Saint-Germain. Karenanya, Morientes menganggap Navas sangat layak untuk dianggap sebagai legenda Real Madrid.

“Saya rasa dia adalah sosok legenda di Real Madrid,” kata Morientes kepada ESPN.

Menurutnya, Navas adalah pemain yang sangat krusial di momen-momen penting Real Madrid.

“Pemain seperti dia berpartisipasi besar dalam momen-momen hebat Real Madrid. Jadi ia layak diklasifikasikan sebagai legenda klub.” Tandasnya.

Di samping itu, Morientes juga merasa kagum dengan bagaimana perkembangan Keylor Navas di Real madrid, dari yang awalnya hanya menjadi kiper pelapis, kemudian jadi kiper utama dan berhasil memegang kontribusi besar bagi klub.

“Keylor Navas datang ke klub ini sebagai kiper pelapis. Ia menjadi pelapis salah satu kiper terhebat dalam sejarah klub ini, Iker Casillas. Sedikit demi sedikit ia berhasil mendapatkan rasa hormat dari pendukung klub ini. Ia juga berperan besar dalam momen-momen besar klub ini.” ujarnya.

Navas awalnya hanya dipinjamkan ke Paris Saint-Germain pada musim panas tahun 2018 lalu, namun sejak bursa transfer musim panas kemarin, yang bersangkutan resmi ditebus secara permanen oleh klub Prancis tersebut.

Begini Perasaan Timo Werner Soal Isu Masa Depannya.

Belakangan ini, nama Timo Werner kerap menghiasi pemberitaan media-media Inggris terkait ketertarikan Liverpool terhadap pemain muda Jerman tersebut.

Tak bisa dipungkiri, Timo Werner merupakan salah satu pemain yang diprediksi akan jadi sorotan besar di bursa transfer mendatang. Liverpool bukan satu-satunya klub yang berminat, sejumlah raksasa Eropa lainnya juga menginginkan penyerang muda Jerman tersebut.

Wajar saja, sang pemain memang telah membuktikan ketajamannya di Bundesliga Jerman. Bersama dengan RB Leipzig, Werner telah mencetak lebih dari 20 gol dalam empat musim terakhir, bahkan pada kampanye musim ini sudah 24 gol ditorehkannya.

Kabarnya, juara bertahan Bundesliga Jerman, Bayern Munchen juga berminat terhadap sang pemain. Bahkan, dua raksasa Premier League lain seperti Chelsea dan Manchester Unted juga berminat. Kira-kira bagaimana sikap Werner menyadari ketertarikan dari banyak tim papan atas Eropa?

Biasanya, ketika seorang pemain muda dikaitkan dengan tim-tim besar, mereka bisa kehilangan fokus dan berdampak buruk pada level permainan mereka bersama klub saat ini. Akan tetapi, pelatih RB Leipzig Julian Nagelsmann menjamin bahwa sampai saat ini situasinya masih terkontrol.

Menurut pandangannya, Timo Werner menyikapi semua ketertarikan tersebut dengan santai dan tetap tenang.

“Dia berada di suasana hati yang baik. Saya tidak mendapat kesan bahwa dia memikul beban besar. Namun, jelas dia adalah pria muda yang bakal duduk di rumah bersama istrinya dan berpikir apakah sebaiknya bertahan atau pergi.” ungkap Nagelsmann kepada SportBild.

Lebih lanjut, mantan pelatih Hoffenheim ini mengakui bahwa biasanya seorang pemain, terutama Striker akan memperlihatkan performa yang tak konsisten saat masa depannya jadi perbincangan.

Apalagi, Nagelsmann pernah merasakan hal serupa saat masih menangani Hoffenheim dulu.

“Ketika isu transfer mengambang, Anda selalu sedikit tidak fokus. Hal yang sama terjadi pasa saya saat masih melatih Hoffenheim, tentang apakah saya bakal pergi. Situasinya lebih jelas pada striker, sebab ada fase-fase di mana mereka sulit mencetak gol,” tutupnya.

Namun, Timo Werner tampak tak terpengaruh isu yang terdengar, buktinya dia mencetak tiga gol kala RB Leipzig menghajar Mainz 05 dengan lima gol tanpa balas.